SIAGA-FM – Tagar #satuabadgempapadanganjang, mulai mengisi ruang maya di media sosial dan pemberitaan oleh para jurnalis.
Beragam tanggapan pun bermunculan dari berbagai pihak.
Salah satunya berasal dari warga yang tinggal di Kecamatan Batipuh Kabupaten
Tanah Datar.
Sumber yang tidak ingin namanya disebut itu mengatakan,
peringatan 1 Abad Gempa Padang Panjang perlu dilakukan agar menjadi reminder
bagi semua pihak dalam menyikapi pentingnya mitigasi bencana.
“Kita berada di jalur Patahan Semangko yang rentan
menimbulkan gempa bumi merusak. Tentunya dengan peringatan 1 Abad Gempa Padang
Panjang, akan menyadarkan kita semua untuk lebih waspada dan mengenali daerah
ini lebih dalam,” sebutnya kepada awak SiagaFM, Jumat (1/5/2026) pagi.
Disebutkannya, peristiwa gempa satu abad lalu itu, hingga
kini terus menjadi kekhawatiran masyarakat saat ada guncangan gempa bumi dengan
skala kecil.
“Saya mendapatkan cerita dari nenek saya beberapa puluh
tahun lalu, gempa Padang Panjang pada tahun 1926 itu sangat mengerikan
dampaknya. Bakan, saat itu hampir seluruh bangunan rubuh, tidak bisa
ditinggali,” ujarnya mengisahkan.
Jadi, sambungnya, kini perlu dilakukan upaya mitigasi
yang lebih baik. “Kalau zaman dulu, saat masih penjajahan Belanda, masyarakat
belum sadar terkait pentingnya upaya mitigasi. Kini hal itu sangat dibutuhkan,”
imbuhnya.
Sekaitan hal itu, secara terpisah saat berbincang dengan
SiagaFM, pakar Geologi Sumbar Ir. Ade Edward mengatakan, dalam rangka
peringatan 1 Abad Gempa Padang Panjang, nantinya akan banyak rangkaian kegiatan
yang menyentuh langsung kepentingan warga.
“Kita tengah bicarakan dengan semua otoritas di daerah,
termasuk stakeholder yang ada. Semoga
nanti akan ada kegiatan-kegiatan dari mereka untuk sampai ke masyarakat, kita
akan terus koordinasikan,” sebut Ir. Ade. (*/gambar: ilustrasi gempa)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar