SIAGA-FM – Peringatan satu abad gempa Padang Panjang, kini terus digaungkan berbagai elemen di Sumatra Barat.
Diketahui, pada tanggal 28 Juni 1926 silam, gempa
berkekuatan besar meluluhlantakkan sejumlah daerah di Sumatra Barat. Menurut
data, terjadinya gempa kembar (double quake) pada hari itu, menyebabkan
ratusan jiwa melayang, dan ribuan korban luka-luka.
Selain itu, ribuan bangunan di sekitar Padang Panjang,
Tanah Datar, Bukittinggi, Agam, dan sejumlah daerah lainnya hingga Kota Padang,
juga mengalami kerusakan cukup parah. Pusat-pusat kegiatan masyarakat pun hancur
diguncang gempa tektonik dari segmen Sianok dan Sumani itu.
Kini, dalam rangka mengingat kembali peristiwa tersebut,
tepat di seratus tahun pada 28 Juni mendatang, upaya mitigasi bencana terus disuarakan
oleh seluruh stakeholder kebencanaan. Hal itu tentunya ditujukan dalam rangka
membangun kesdaran semua pihak untuk mengutamakan keselamatan dalam penanganan
bencana seperti gempa bumi.
“Untuk peringatan satu abad gempa bumi Padang Panjang,
rangkaian kegiatan telah disusun oleh banyak elemen. Dan kita mendukung hal itu
sebagai bentuk kepedulian bersama di Sumatra Barat agar tercipta mitigasi yang
benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” demikian disampaikan Ir. Ade Edward,
ahli geologi Sumatra Barat saat berbincang dengan redaksi SiagaFM, Jumat
(1/5/2026) melalui sambungan telepon.
Dikatakan tokoh yang juga mantan Kepala Pusdalops
Penanggulangan Bencana Sumbar itu, kegiatan-kegiatan dalam rangkaian peringatan
tersebut merupakan satu kerangka besar yang akan disusul oleh puncak kegiatan
di tanggal 28 Juni mendatang.
“Ada banyak kegiatan. Seperti FGD yang digelar oleh
kawan-kawan kita jurnalis di Padang Panjang melalui organisasi PJKIP.
Informasinya, akan ada 3 kali FGD dengan peserta yang berasal dari elemen
berbeda,” sebut Ir Ade.
Dilanjutkannya, ada kegiatan peresmian Gugus
Sekolah/Madrasah Siaga Bencana (GSSB/GMSB) Kota Padang Panjang.
“Untuk ini, diinisiasi oleh Alpha Rescue sebagai satu
stakeholder yang mengurusi bidang sosial, edukasi dan tanggap bencana. Nantinya
juga akan dikembangkan ke sekolah dan perguruan tinggi wilayah dan daerah
lainnya,” imbuh Ir. Ade lagi.
Tokoh yang hingga kini terus intens dalam kegiatan-kegiatan edukasi dan sosialisasi pentingnya kesadaran terhadap bencana itu menyebut, nantinya perlu payung hukum untuk setiap elemen pendidikan agar memudahkan dalam penganggaran dalam rangka membangun program tersebut.
Selain itu, sambungnya, masih banyak rangkaian kegiatan lainnya seperti pembangunan monumen peringatan 1 Abad Gempa Padang Panjang yang digawangi oleh PMI Sumbar. Juga nanti di puncak kegiatan akan ada peluncuran buku sejarah kegempaan, dan Ge-Tracking Jalur Patahan Sumatra oleh Universitas Taman Siswa.
“Semoga rangkaian kegiatan ini akan berjalan dengan baik
sesuai rencana. Dan saat ini kita juga sedang upayakan komunikasi dengan pihak
Pemko Padang Panjang sebagai otoritas terkait di Padang Panjang,” pungkasnya.
(*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar