SIAGA-FM – BNPB gelar Senior Disaster Management Training (SDMT) bagi kepala pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi, kabupaten dan kota.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., saat
memberikan arahan dalam pembukaan Kegiatan Senior Disaster Management Training
(SDMT), Senin (4/5). (Bidang Komunikasi Kebencanaan / Muhammad Arfari
Dwiatmodjo)
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas
kepemimpinan para Kalaksa dalam menghadapi bencana dan memperkuat koordinasi
antar lembaga dalam penanganan bencana.
Kegiatan yang dibuka hari Senin lalu itu, dibuka langsung
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto,
S.Sos., M.M. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pusat Pendidikan Latihan
Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam arahannya Kepala BNPB menyampaikan, hampir di setiap
kejadian bencana, pejabat-pejabat BNPB langsung hadir di lokasi bencana, salah
satunya penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra
Barat. Hal itu menandakan meskipun memiliki jabatan, namun ketika bencana terjadi
harus segera turun untuk melakukan penanganan.
“Hampir seluruh pejabat di BNPB, diterjunkan untuk
penanganan bencana di Sumatra. Tidak hanya di pejabat bidang kedaruratan,
sampai saat ini masih mendampingi pemerintah daerah,” tutur Kepala BNPB.
Artinya, sebutnya, walaupun pejabat namun ketika terjadi
bencana harus terjun ke lokasi bencana. Mendampingi masyarakat dan mendampingi
pemerintah daerah.
Melalui pelatihan SDMT, diharapkan para Kalaksa dapat
bertukar pengalaman dan pembelajaran atas penanganan yang telah dilakukan pada
daerahnya masing-masing.
“Belajar dari penanganan bencana yang pernah terjadi.
Bagi kalaksa agar dapat berbagi pengalaman dengan rekan-rekannya, kita semua
adalah teman seperjuangan dalam penanggulangan bencana,” ucap Suharyanto.
Selain itu, dirinya menambahkan, pada SDMT kali ini lebih
banyak diberikan pembelajaran dari bencana yang telah terjadi.
Menutup arahannya, Kepala BNPB mengimbau agar para
Kalaksa dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dan
diharapkan dapat memberikan yang terbaik untuk membantu masyarakat di
daerahnya.
“Ketika nanti kembali, mari kita sama-sama berusaha
semaksimal mungkin, berusaha sebaik-baiknya, apabila terjadi bencana di wilayah
kita, kita yg terdepan untuk membantu warga,” tutupnya.
Selama 12 hari ke depan, para pimpinan tertinggi di bidang
penanggulangan bencana itu akan diberikan materi dan juga praktik dalam
penanganan bencana, antara lain pengenalan sistem penanggulangan bencana,
kepemimpinan saat krisis, manajemen informasi dan komunikasi kebencanaan, manajemen
rehabilitasi dan rekonstruksi, manajemen pengelolaan logistik dan peralatan,
hingga gladi posko.
Penyelenggaraan tahun ini merupakan gelombang ketiga
sejak dihelat pertama kali pada tahun 2024. Sebanyak 68 kepala pelaksana hadir
menjadi peserta, pelatihan ini direncanakan berlangsung dari tanggal 4 sampai
16 Mei 2026.(SP)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar