SIAGA-FM – Peningkatan literasi kebencanaan di kalangan elemen masyarakat, perlu mendapat perhatian dari pemangku kepentingan dan jurnalis.
Hal itu disampaikan Nova Indra, Direktur lembaga Pusat
Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati, Rabu (13/5/2026)
seusai menjadi moderator pada kegiatan Focus
Group Discussion (FGD) Satu Abad Gempa Padang Panjang yang digelar Perkumpulan
Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) setempat.
Menurut penulis buku Langkah Strategis Mitigasi Bencana
Kota Padang Panjang yang juga pimpinan
lembaga Alpha Rescue itu, persoalan rendahnya literasi masyarakat
terkait kebencanaan, merupakan kerentanan yag dapat berakibat fatal.
“Kita sadari, rendahnya literasi warga terkait
kebencanaan, akan menjadi penyebab berjatuhannya korban ketika bencana terjadi.
Ini perlu perhatian serius oleh pemangku kepentingan,” sebut Nova.
Dikatakannya, program-program BPBD sebagai otoritas
penanganan bencana di kota yang dilintasi Sesar Besar Sumatra itu, tidak akan
berdampak positif ketika masyarakat tidak mendapatkan edukasi yang tepat.
“Mubazir nanti program dan keseriusan pemerintah melalui
BPBD kalau masyarakat tidak ditingkatkan literasi kebencanaannya. Ini tantangan
besar bagi semua pemangku kepentingan, termasuk relawan dan elemen yang ada,”
ujar Nova.
Menurut Nova, semua elemen dan kelompok relawan yang ada,
perlu bersatu untuk membangun budaya sadar bencana di kota tersebut.
“Kita sadari, seperti saat ini BPBD Padang Panjang tengah
menyusun Rencana Kontijensi yang menetapkan enam kajian potensi bencana,
program-program itu tentunya menghabiskan anggaran yang tidak sedikit. Untuk
itu, perlu back-up dari berbagai elemen untuk diteruskan kepada masyarakat dalam
bentuk kegiatan-kegiatan edukasi,” imbuhnya.
Termasuk, sambungnya, turut sertanya para jurnalis dalam
menyampaikan pemberitaan yang besifat edukatif.
“Dan tadi, di kegiatan FGD yang digelar PJKIP, mengemuka
topik untuk kehadiran jurnalis peduli bencana. Ini langkah bagus, dan tentunya
perlu pula didukung oleh leading sector
terkait,” sebut Nova.
Diketahui, peserta pada FGD tersebut, selain para
jurnalis, juga diikuti elemen yang berasal dari berbagai kalangan di antaranya
adalah PMI, Karang Taruna, Potensi SAR, KNPI, RAPI, Tagana, ORARI, dan elemen
lainnya. (*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar