“Pada saat ini dampak kekeringan sudah mulai ada
tanda-tanda, dan kami juga terus berupaya, di antaranya kami juga nanti akan
menerbitkan surat kesiapsiagaan bencana kekeringan, yang mana dalam hal itu
kami koordinasi dengan wilayah dan stakeholder lainnya untuk mengantisipasi
bilamana nanti dampak kekeringan di masyarakat terjadi,” demikian kata Kasi
Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, dlansir dari
Kompas.com.
Suhendar menjelaskan, saat ini memang belum terdeteksi krisis
air bersih di wilayahnya. Selain itu, pihak BPBD Kota Sukabumi juga belum
menerima permintaan dari masyarakat yang disampaikan lurah masing-masing untuk
distribusi air bersih.
“Siaga kekeringan kami berlakukan dimulai 1 Juli sampai
30 September, Kalaupun nanti masih berlanjut (kemarau), nah nanti itu juga
nanti akan diperpanjang,” papar Suhendar.
Suhendar juga mengajak masyarakat agar selalu bijak dalam
menggunakan air bersih, terutama saat musim kemarau tiba.
Suhendar juga berharap, masyarakat tak membuang puntung
rokok sembarangan atau membakar sampah terutama saat musim kemarau, sebab
berpotensi besar terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar