SIAGA-FM – Hadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Pemerintah Kabupaten Mojokerto gelar Apel Gladi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan 2026.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menjadi Inspektur
Upacara Gladi kesiapsiagaan Karhutla. Foto: dok Kominfo Kabupaten Mojokerto
Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga meluncurkan
branding kebencanaan "Mojokerto Tangguh Rek" serta aplikasi Mojo
Mandala. Aplikasi tersebut disiapkan untuk mempercepat pelaporan dan penyebaran
informasi kebencanaan kepada masyarakat.
Peluncuran itu dilakukan oleh Bupati Mojokerto Muhammad
Albarraa atau Gus Barra di Taman Brantas Indah (TBI), Desa Mlirip,
Kecamatan Jetis, Rabu kemarin. Kegiatan itu diikuti jajaran Forkopimda dan
ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, PMI,
Perum Perhutani, relawan kebencanaan, dunia usaha, hingga berbagai instansi
terkait.
Gus Barra mengatakan, apel kesiapsiagaan bukan sekadar
kegiatan seremonial, melainkan memastikan seluruh personel, peralatan, dan
sistem koordinasi benar-benar siap menghadapi situasi darurat.
"Apel kesiapsiagaan ini merupakan wujud komitmen,
keseriusan, dan tanggung jawab kita bersama dalam memastikan seluruh sumber
daya yang dimiliki berada dalam kondisi siap menghadapi potensi kebakaran hutan
dan lahan," ujarnya.
Menurutnya, perubahan iklim menyebabkan musim kemarau
semakin sulit diprediksi sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Kondisi tersebut diperkuat dengan penetapan Status Siaga Darurat Bencana
Kekeringan Tahun 2026 di Jawa Timur yang mengharuskan setiap daerah meningkatkan
upaya mitigasi.
Diketahui, Kabupaten Mojokerto sendiri memiliki kawasan
hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi yang masuk kategori rawan
kebakaran. Karena itu, pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif
dibandingkan penanganan saat kebakaran telah meluas.
Sebagai bagian dari penguatan sistem penanggulangan
bencana, Pemkab Mojokerto memperkenalkan branding "Mojokerto Tangguh Rek",
akronim dari Tanggap, Tangkas, Unggul, dan Harmoni untuk Resiliensi.
Konsep tersebut diharapkan menjadi identitas baru dalam
membangun budaya sadar bencana sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah
dan masyarakat.(*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar