MDMC dan BNPB Gelar Gladi Lapang di Kabupaten Sumbawa - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Minggu, 26 Juli 2026

MDMC dan BNPB Gelar Gladi Lapang di Kabupaten Sumbawa

 


SIAGA-FM – Sebanyak enam desa di Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa ikuti Gladi Lapang. Enam desa yang mengikuti kegiatan ini meliputi Desa Sebewe, Pungkit, Baru Tahan, Penyaring, Songkar, dan Kukin.

 

Kegiatan tersebut diselenggarakan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan Program SIAP SIAGA Kemitraan Indonesia–Australia.

 

Kegiatan yang berlangsung di Sumbawa Besar pada Sabtu (25/7) ini melibatkan sekitar 1.000 peserta yang berasal dari unsur masyarakat, relawan, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang penanggulangan bencana.

 

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo, M.MB, hadir secara langsung dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, khususnya BPBD Kabupaten Sumbawa, atas komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Karang Tangguh dan Gladi Lapang Bencana Banjir di Kecamatan Moyo Utara.

 

Ia juga mengapresiasi pemerintah desa, relawan, serta masyarakat dari enam desa yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

 

Menurutnya, keberhasilan pengurangan risiko bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama dalam membangun ketangguhan.

 

"Dalam menghadapi ancaman bencana, kesiapsiagaan harus menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Melalui latihan dan simulasi seperti ini, kita tidak hanya menguji rencana yang telah disusun, tetapi juga membangun kepercayaan diri masyarakat agar mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika bencana benar-benar terjadi," ujar Pangarso.

 

Gladi lapang ini merupakan simulasi terpadu penanggulangan bencana banjir yang bertujuan menguji pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), mekanisme koordinasi, komunikasi, serta kesiapsiagaan relawan dan para pemangku kepentingan di tingkat desa.

 

Simulasi ini menguji alur peringatan dini, proses evakuasi, koordinasi lintas sektor, hingga pengambilan keputusan secara cepat dan tepat sehingga setiap unsur memahami peran dan tanggung jawabnya ketika bencana terjadi.

 

Pada gladi lapang tersebut juga dilakukan uji coba Sistem Peringatan Dini Banjir yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Samawa (UNSA) dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

 

Inovasi ini dirancang untuk mendukung penyampaian informasi peringatan dini kepada masyarakat secara lebih cepat dan efektif sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan di tingkat desa.

 

Uji coba tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah rawan banjir di Kabupaten Sumbawa.

 

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Budi Setiawan, mengatakan gladi lapang menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat yang tidak hanya bertumpu pada respons saat bencana, tetapi juga pada penguatan kapasitas sebelum bencana terjadi.

 

Budi mengatakan gladi lapang ini merupakan simulasi penanggulangan banjir secara terpadu. Tujuannya membangun kesiapsiagaan warga melalui sistem yang terorganisir, terkoordinasi, dan mampu bergerak cepat saat bencana terjadi.

 

Ia menambahkan, MDMC tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga berkomitmen membangun budaya mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini melalui penguatan kapasitas masyarakat, pendampingan desa, serta kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai mitra pembangunan.(sp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner