Pemulihan Infrastruktur Bencana di Sumbar Gunakan Dashboard Satu Data - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Jumat, 31 Juli 2026

Pemulihan Infrastruktur Bencana di Sumbar Gunakan Dashboard Satu Data

SIAGA-FM – Percepat pemulihan infrastruktur pascabencana, Pemprov Sumbar mengadopsi pendekatan berbasis teknologi mutakhir dan evaluasi teknis ketat.

 

Narasumber dalam Dialog Interaktif bertema Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang disiarkan LPP RRI Padang, Kamis (30/7/2026). (foto: MC Sumbar)


Langkah itu diambil untuk memastikan hasil pembangunan tidak sekadar cepat, tetapi juga adaptif dan tahan terhadap ancaman bencana mendatang.

 

Dari sektor Bina Marga, Pemprov Sumbar memprioritaskan penanganan pada jalur-jalur krusial yang berdampak langsung pada mobilitas dan aktivitas ekonomi warga. Dari total 21 ruas jalan terdampak, titik-titik rawan seperti jalur Manggopoh–Padang Luar dan Kelok 44 menjadi fokus utama.

 

"Terdapat 31 paket pengerjaan Tugas Pembantuan (TKD), namun kami menitikberatkan pada variabel kebutuhan mendesak masyarakat. Saat ini 10 paket sudah terkontrak dan pengerjaan fisik akan digencarkan dalam beberapa bulan ke depan," kata Sekretaris Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Adratus Setiawan dalam Dialog Interaktif bertema Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang disiarkan LPP RRI Padang, Kamis kemarin.

 

Adratus menegaskan, perencanaan konstruksi kini melibatkan akademisi untuk menghasilkan struktur bangunan yang responsif terhadap karakteristik wilayah dan potensi risiko bencana.

 

Pendekatan inovatif juga diterapkan pada pemulihan jaringan irigasi dan sumber daya air. Pemprov Sumbar tidak lagi mengandalkan desain standar konvensional, melainkan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan risiko wilayah secara presisi.

 

"Kami melakukan simulasi pada area terjal dan rawan, terutama irigasi pegunungan, menggunakan AI. Teknologi ini menganalisis parameter yang sebelumnya belum terakomodasi secara detail, seperti tingkat kemiringan tanah hingga curah hujan," terang Pengelola Sumber Daya Air Dinas SDABK Sumbar, Andy Ikhvan.

 

Dari sisi manajemen dan koordinasi lintas sektor, seluruh tahapan pemulihan dipandu oleh dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi progress, monitoring pemulihan dipusatkan melalui sistem digital terpadu.

 

"Pemprov Sumbar mengoperasikan Dashboard Satu Data Bencana yang kini telah terintegrasi dengan data perencanaan pembangunan Sakato Plan dan terhubung langsung ke Bappenas," ungkap Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab.(infopublik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner