SIAGA-FM – Percepat pemulihan infrastruktur pascabencana, Pemprov Sumbar mengadopsi pendekatan berbasis teknologi mutakhir dan evaluasi teknis ketat.
Narasumber dalam Dialog Interaktif bertema Percepatan
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang disiarkan LPP RRI Padang, Kamis
(30/7/2026). (foto: MC Sumbar)
Langkah itu diambil untuk memastikan hasil pembangunan
tidak sekadar cepat, tetapi juga adaptif dan tahan terhadap ancaman bencana
mendatang.
Dari sektor Bina Marga, Pemprov Sumbar memprioritaskan
penanganan pada jalur-jalur krusial yang berdampak langsung pada mobilitas dan
aktivitas ekonomi warga. Dari total 21 ruas jalan terdampak, titik-titik rawan
seperti jalur Manggopoh–Padang Luar dan Kelok 44 menjadi fokus utama.
"Terdapat 31 paket pengerjaan Tugas Pembantuan
(TKD), namun kami menitikberatkan pada variabel kebutuhan mendesak masyarakat.
Saat ini 10 paket sudah terkontrak dan pengerjaan fisik akan digencarkan dalam
beberapa bulan ke depan," kata Sekretaris Dinas Bina Marga, Cipta Karya,
dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Adratus Setiawan dalam Dialog Interaktif
bertema Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang disiarkan
LPP RRI Padang, Kamis kemarin.
Adratus menegaskan, perencanaan konstruksi kini
melibatkan akademisi untuk menghasilkan struktur bangunan yang responsif
terhadap karakteristik wilayah dan potensi risiko bencana.
Pendekatan inovatif juga diterapkan pada pemulihan
jaringan irigasi dan sumber daya air. Pemprov Sumbar tidak lagi mengandalkan
desain standar konvensional, melainkan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI)
untuk memetakan risiko wilayah secara presisi.
"Kami melakukan simulasi pada area terjal dan rawan,
terutama irigasi pegunungan, menggunakan AI. Teknologi ini menganalisis
parameter yang sebelumnya belum terakomodasi secara detail, seperti tingkat
kemiringan tanah hingga curah hujan," terang Pengelola Sumber Daya Air
Dinas SDABK Sumbar, Andy Ikhvan.
Dari sisi manajemen dan koordinasi lintas sektor, seluruh
tahapan pemulihan dipandu oleh dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pascabencana (R3P). Untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi progress,
monitoring pemulihan dipusatkan melalui sistem digital terpadu.
"Pemprov Sumbar mengoperasikan Dashboard Satu Data
Bencana yang kini telah terintegrasi dengan data perencanaan pembangunan Sakato
Plan dan terhubung langsung ke Bappenas," ungkap Sekretaris BPBD Sumbar,
Ilham Wahab.(infopublik)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar