SIAGA-FM – Di wilayah Indonesia seperti Jawa Barat, merupakan daerah dengan aktivitas kegempaan yang tinggi. Hal itu diakibatkan oleh tumbukan antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia, selain itu juga terdapat beberapa sesar aktif di daerah tersebut.
Untuk mengenal sesar-sesar yang ada di Jawa Barat,
sebagai bagian dari pengetahuan masyarakat sadar bencana, berikut kami
rangkumkan dari berbagai sumber, tujuh
sesar yang ada di Provinsi Jawa Barat.
1. Sesar Cileunyi - Tanjungsari
Sesar Cileunyi -
Tanjungsari adalah sesar mendatar mengiri, yang membentang mulai dari selatan
Desa Tanjungsari, Kabupaten Sumedang menerus ke timur laut hingga lembah Sungai
Cipeles.
Aktivitas Sesar Cileunyi
Cileunyi - Tanjungsari diketahui menjadi penyebab Gempa Sumedang dengan
magnitudo 4,8 pada hari Minggu, 31 Desember 2023.
Sebelumnya, pada tahun
2022 juga tercatat kejadian gempa bumi dengan magnitudo 2,7 di daerah
Tanjungsari.
2. Sesar Cimandiri
Sesar Cimandiri adalah
sesar aktif sepanjang kurang lebih 100 km yang membujur dari Teluk Pelabuhan
Ratu sampai sekitar Padalarang.
Sesar ini merupakan sesar
paling tua dan membentang dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu,
Kabupaten Sukabumi, kemudian mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur,
Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.
Secara keseluruhan, jalur
Sesar Cimandiri berarah timur laut – barat daya dengan jenis sesar mendatar
hingga oblique (miring). Aktivitas
Cimandiri diketahui menjadi penyebab Gempa Cianjur berkekuatan 5.6 SR pada hari
Senin, 21 November 2022.
3. Sesar Lembang
Sesar Lembang adalah sesar
aktif sepanjang 29 km di utara Kota Bandung yang memanjang dari barat ke timur,
yang merupakan terusan dari ujung utara Sesar Cimandiri.
Sesar Lembang
teridentifikasi sebagai berjenis sesar mendatar (strike slip) dengan sedikit ada komponen vertikal. Gawir Sesar
Lembang dapat diamati dengan baik di daerah Cibodas, yaitu sekitar 3 km ke arah
timur dari Maribaya.
BMKG mulai memantau Sesar
Lembang sejak 1 Januari 1963 dengan mulai memasang dan mengoperasikan
Seismograf WWSSN (World Wide Standardized
Seismograph Network) pertama kali di Lembang.
Aktivitas Sesar Lembang
diketahui menjadi penyebab gempa magnitudo 3,3 dengan kedalaman yang sangat
dangkal hingga mengakibatkan dampak signifikan, yaitu merusak 384 rumah warga
di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Gempa dirasakan juga
pernah terjadi pada 14 dan 18 Mei 2017 dengan magnitudo 2,8 dan 2,9 yang
dampaknya dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI tetapi tidak menimbulkan
kerusakan.
4. Sesar Baribis
Sesar Baribis adalah sesar
aktif yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 kilometer dan membentang
dari Kabupaten Purwakarta sampai perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka.
Sesar Baribis yang menjadi
sesar utama di utara Jawa Barat teridentifikasi sebagai jenis sesar naik dengan
slip rate 1 mm per tahun.
Dalam sebuah studi yang
dilakukan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut
Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro, diketahui bahwa Sesar Baribis memiliki
ancaman besar, khususnya bagi wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Sementara menurut catatan
sejarah, Sesar Baribis di bagian timur tercatat pernah memicu gempa yang
merusak Jakarta pada 1780 dan Kabupaten Majalengka pada 1990.
5. Sesar Garsela
Sesar Garsela atau Sesar
Garut Selatan adalah sesar aktif yang memiliki struktur memanjang dari selatan
Garut hingga ke selatan Bandung sepanjang 42 km.
Sesar Garsela terbagi
dalam dua segmen, yaitu segmen Rakutai dan dan Segmen Kencana, di mana kedua
segmen ini sama aktifnya. Aktivitas gempa yang terjadi di zona Sesar Garsela
dominan memiliki mekanisme sumber sesar geser (strike slip).
Salah satu gempa yang
merusak yang berpusat di Sesar Garsela terjadi pada tanggal 18 Juli 2017 dengan
kekuatan M 3,7 yang menimbulkan kerusakan di sekitar wilayah Kamojang, Garut.
6. Sesar Citarik
Sesar Citarik adalah sesar
aktif yang memiliki struktur memanjang namun tersegmentasi melalui
Palabuhanratu, antara Gunung Salak – Pangrango, Bogor, Jonggol, hingga ke
wilayah Bekasi.
Sesar Citarik memiliki
orientasi utara timur laut-selatan barat daya dan dicirikan oleh kelurusan
Sungai Citarik dan memotong Pulau Jawa di bagian barat.
Sebagai sesar aktif,
aktivitas Sesar Citarik juga berpotensi menimbulkan bencana gempa bumi.
Aktivitas Sesar Citarik diketahui menjadi penyebab Gempa Bumi Kalapanunggal
dengan kekuatan M 5,0 di sekitar Kecamatan Kalapanunggal, wilayah barat
Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada hari Selasa, 10 Maret 2020.
7. Sesar Cipamingkis
Sesar Cipamingkis adalah
sesar aktif yang berada di wilayah Sukabumi bagian timur dan wilayah barat
Cianjur.









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar