SIAGA-FM – Untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan pascagempa NTT, TNI Angkatan Laut mengerahkan Kapal Rumah Sakit, KRI dr. Soeharso-990.
Pengerahan KRI dr. Soeharso merupakan langkah cepat
pemerintah untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang fasilitas kesehatannya
terdampak gempa.
Sebagai kapal bantu rumah sakit, KRI dr. Soeharso
memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap. Di dalamnya terdapat ruang Instalasi
Gawat Darurat, ruang Intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium,
serta ruang perawatan.
Khusus untuk ruang perawatan disiapkan dua ruangan dengan
masing-masing berisi 20 tempat tidur dan nantinya akan dipisahkan pasien
berjenis kelamin perempuan dan laki-laki menempati satu ruang perawatan.
Kapal sepanjang 122 meter ini juga dilengkapi geladak
yang dapat digunakan untuk pendaratan helikopter, sehingga mendukung proses
evakuasi medis dari daerah terpencil.
Selain fasilitas, KRI dr. Soeharso juga membawa tenaga
medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan. Tim ini siap memberikan
pelayanan kesehatan selama 24 jam kepada masyarakat.
Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan
umum, penanganan luka, tindakan operasi, hingga penanganan kasus
kegawatdaruratan. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan sesuai dengan
prioritas medis.
Hingga Sabtu (22/8), KRI dr. Soeharso telah melayani 21 pasien.
Rinciannya meliputi tindakan operasi patah tulang, penanganan luka robek,
pelayanan rawat jalan, serta 3 pasien yang menjalani rawat inap.
Dengan hadirnya Rumah Sakit Apung ini, pemerintah
berharap seluruh masyarakat di wilayah terdampak dapat memperoleh penanganan
kesehatan dengan cepat dan tepat. (SP)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar