Pemko Bandung Ingatkan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Ancaman Sesar Lembang - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Minggu, 02 Agustus 2026

Pemko Bandung Ingatkan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Ancaman Sesar Lembang

 


SIAGA-FM – Pemerintah Kota Bandung menekankan mitigasi bencana harus bertransformasi menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

 

Hal itu menjadi krusial mengingat posisi geografis Kota Bandung yang memiliki kerentanan tinggi, terutama akibat aktivitas Sesar Lembang.

 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat, dampak bencana di Kota Bandung dapat berimplikasi luas. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui pendekatan kultural.

 

"Kesiapsiagaan menghadapi bencana harus berada dalam konteks kultural atau pembudayaan. Jangan dianggap sekadar persoalan teknis, tetapi harus menjadi kebiasaan masyarakat," ujar Farhan.

 

Penegasan Farhan itu disampaikannya saat mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Coblong di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Jumat (31/7/2026) lalu.

 

Menurut Farhan, pembudayaan siaga bencana berarti masyarakat secara organik terbiasa dengan protokol keselamatan. Hal ini mencakup pemahaman otomatis mengenai titik evakuasi, langkah-langkah penyelamatan mandiri, hingga kesadaran untuk saling membantu tanpa menunggu instruksi formal.

 

Farhan mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada pola pikir individualistis, atau hanya mengandalkan pemerintah sepenuhnya saat terjadi keadaan darurat.

 

"Menjaga Kota Bandung bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Gotong royong adalah budaya sekaligus kepribadian bangsa," tambahnya.

 

Ia juga memperkenalkan semangat "Warga Jaga Warga" sebagai komitmen kolektif untuk saling melindungi.

 

Dalam situasi darurat, Farhan mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan aksi nyata membantu sesama dibandingkan sekadar mendokumentasikan kejadian untuk media sosial.

 

Urgensi penguatan kesiapsiagaan ini didasarkan pada data kerentanan wilayah. Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengungkapkan, berdasarkan pemetaan, sekitar 62 persen wilayah kecamatan di Kota Bandung berpotensi terdampak aktivitas Sesar Lembang.(ist)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner