SIAGA-FM – Universitas Brawijaya (UB) Malang berangkatkan 22 relawan untuk memperkuat respons penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Relawan UB-RSUB-RSSA siap menuju Ruteng.
(Foto: Humas UB)
Pelepasan tim relawan dilakukan Wakil Rektor Bidang Riset
dan Inovasi UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., di lantai 6 Gedung
Layanan Bersama Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB, Jumat
(21/8/2026).
Direktur DRPM UB, Prof. Luchman Hakim, S.Si., M.Agr.Sc.,
Ph.D. menyampaikan, penanganan bencana ini dikoordinasikan secara operasional
melalui DRPM UB dengan dukungan berbagai pihak antara lain kolaborasi tim UB,
RSUB, dan RSSA Malang.
“Hingga saat pelepasan, 22 tenaga kesehatan telah
teridentifikasi dan siap untuk diberangkatkan secara bertahap. Kami sangat
mengapresiasi atas kerja keras Bapak-Ibu sekalian, khususnya atas dukungan
RSSA, RSUB dan juga tim relawan UB serta pihak terkait” ujar Prof. Luchman.
Ia menambahkan, selain pengerahan tenaga kesehatan,
dukungan dari Yayasan UB, masyarakat, dan sivitas akademika juga terus mengalir
melalui penggalangan dana.
Hingga saat pelepasan, dana yang terkumpul mencapai 63
juta rupiah yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasi tanggap
bencana.
Tim Respon Cepat Bencana UB akan menjalankan misi mulai
dari 21-29 Agustus 2026 di Ruteng, Manggarai, NTT.
Penerjunan tim dilakukan secara bertahap. Pada tahap
pertama (18/7/2026), UB memberangkatkan tim asesmen cepat yang terdiri atas dr.
Jeffrey Johannes, Sp.EM., dr. Sriwahyuni, dan Beatrix Vionita Jekau, mahasiswa
S2 Keperawatan FIKES UB asal Ruteng, Manggarai.
Tim tersebut bertugas melakukan asesmen awal untuk
mengetahui situasi, kondisi, serta kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Di tahap dua (20/7/2026) dilanjutkan dengan
pemberangkatan logistik dan armada pendukung ambulance, hilux 4×4, motor trail
serta mahasiswa S1 BSM LAKESMA FKUB, di antaranya Dewi Intan Rahma Efendy,
Rachel Yunita Silalahi, Firda Zafirah Fuad Wara, dan Salsabila Aisyah Riani.
Mobilitas tim didukung dua pengemudi, Muh. Mauludin Hakim dan Gozali Eko
Rimanto.
Di Tahap tiga (21-22/7/2026) melibatkan tenaga kesehatan
dari UB, RSUB, dan RSSA Malang yaitu Dr. dr. Sri Soenarti, Sp.PD., K-Ger., dr.
Prisca Anindhita F., Sp.B., dr. Satria Pandu Persada Isma, Sp.OT.(K), Dr. dr.
Agung Riyanto Budi Santoso, Sp.OT.(K), dr. Abraham Emes, dr. Lasa Dhakka
Siahaan, dr. Jeffri Prasetyo Utomo, Sp.An-TI., dr. Numbi Akhmadi Teguh, dr.
Daendy Nova Setia A. S., Sp.A., M.Biomed dan empat perawat dari RSSA
diantaranya Bambang Priyo Sudarko, Cucuk Dwi Aprian, Slamet Indrianto, Bayu
Prakoso.
Koordinator Tim Respons Bencana NTT UB, Dr. dr. Sri
Soenarti, Sp.PD., K-Ger., menjelaskan tenaga kesehatan yang diberangkatkan akan
memperkuat pelayanan di RSUD Ruteng, khususnya untuk kebutuhan operasi ortopedi
dan bedah.
“Di sana nanti settingnya adalah membantu rumah sakit
umum RSUD Ruteng untuk melakukan operatif, kegiatan operasi, operasi ortopedi
dan operasi bedah. Serta membantu pelayanan medis di tenda lapangan karena
kondisi RSUD Ruteng yang ambruk,” jelas Sri Soenarti.
Selain tenaga kesehatan dan tenaga medis, mahasiswa BSM
LAKESMA FKUB akan turut membantu menjangkau masyarakat di tenda-tenda
pengungsian. Mereka akan menyisir lokasi untuk menemukan masyarakat yang
membutuhkan pelayanan kesehatan.
Melalui penerjunan relawan dan tenaga kesehatan, UB
bersama RSUB dan RSSA Malang berupaya memperkuat respons kemanusiaan di NTT.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga
keberlangsungan pelayanan kesehatan sekaligus menjangkau masyarakat terdampak
secara langsung. (HUMAS)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar