SIAGA-FM – Konsep hub-and-spoke distribusi bertingkat digunakan oleh Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) guna mengoptimalkan penanganan darurat bencana pascagempa bumi M7,7 NTT.
Sistem terintegrasi itu diterapkan untuk memastikan
penyaluran bantuan logistik berjalan cepat, terstruktur, transparan, dan tepat
sasaran hingga ke pos pengungsian.
Penerapan sistem distribusi bertingkat ini, membagi alur
pengiriman bantuan menjadi tiga tahapan terukur yang menghubungkan simpul
nasional, pos logistik daerah hingga lokasi penyintas di pelosok kepulauan.
Pengiriman logistik berawal dari pusat konsolidasi
nasional di Posduklognas Halim Perdanakusuma yang mengelola seluruh bantuan
masuk.
Bantuan selanjutnya didistribusikan melalui jalur udara.
Pengiriman dilakukan dengan menggunakan pesawat TNI AU dari Bandara Halim
Perdanakusuma dan pesawat komersial dari Bandara Soekarno-Hatta.
Di samping itu, pengiriman juga dilakukan melalui jalur
laut. Kapal TNI AL pengangkut bantuan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok,
Jakarta, menuju dua pusat distribusi (hub) regional utama atau pusduklog di
NTT. Dua hub tersebut berada di Labuan Bajo dan Maumere.
Hub logistik Labuan Bajo menyalurkan bantuan ke pos
komando (posko) BPBD di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur
dan Ngada.
Sedangkan wilayah Maumere, hub logistik melayani
distribusi bantuan menuju Kabupaten Nagekeo. Ende dan Sikka.
Selain itu, bantuan dari hub ini juga disalurkan ke Pos
Lapangan Sikka di Pulau Palue. Pengiriman dari hub ke pos tersebut menggunakan
jalur laut maupun udara.
Untuk penyaluran bantuan, dirancang agar berjalan efektif
melalui tiga tahapan utama. Setibanya di Posko Penanganan Darurat Bencana yang
diaktifkan kabupaten terdampak, logistik langsung dipilah dan diprioritaskan
berdasarkan data kebutuhan spesifik wilayah sebelum disalurkan ke kecamatan,
pemerintah desa, serta pos pengungsian.
Pada tahap pertama (skala nasional ke hub), tim dari
Posduklognas Halim Perdanakusuma, yang dikoordinasikan BNPB, mengambil kendali
penuh.
Bantuan dalam jumlah besar ini dikirim melalui jalur
udara menggunakan pesawat kargo Hercules dan pesawat komersial, serta melalui
jalur perairan menggunakan kapal laut. Titik yang dituju pada tahap awal ini
adalah Posduklog yang berlokasi di Labuan Bajo dan Maumere.
Setelah logistik terkumpul di hub, kita masuk ke tahap
kedua, yaitu distribusi menuju tingkat kabupaten. Di fase ini, BNPB di
Posduklog Labuan Bajo dan Maumere berkolaborasi dengan pemerintah daerah
provinsi sebagai penanggung jawabnya.
Bantuan tersebut mulai dipindahkan menggunakan truk
logistik, kapal atau armada laut, hingga pesawat. Target utamanya adalah untuk
menyuplai posko Kabupaten dan pos lapangan di Pulau Palue.
Pada tahap akhir, perjalanan krusial dari tingkat
kabupaten menuju titik-titik terdepan. Kali ini, posko kabupaten bersama BPBD
kabupaten setempat yang turun tangan memimpin distribusi.
Agar bantuan benar-benar sampai ke tangan warga di
kecamatan, desa, hingga pos-pos pengungsian, segala jenis moda transportasi
dikerahkan. Mereka menggunakan armada darat, kapal laut, pesawat, bahkan
kendaraan roda dua atau sepeda motor agar bisa menembus medan-medan yang lebih
sulit dan pelosok.
Pada tahap ketiga BNPB mengharapkan tidak ada pelambatan
distribusi yang dapat disebabkan karena faktor petugas yang melakukan bongkar
muat, kecukupan dan moda transportasi dan prosedur pendistribusian
taktis.
Pengelolaan logistik bantuan penanganan darurat gempa
M7,7 NTT dapat dipantau publik melalui tautan https://s.id/POSPENLOGHALIM.(SP)







.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar