SIAGA-FM – Akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, 209 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) terdampak.
Hal itu terjadi setelah bandara memperpanjang penutupan
operasional hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB akibat sebaran abu vulkanik.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
Kementerian Perhubungan, total 22.798 penumpang terdampak selama periode
penutupan tersebut.
Untuk penerbangan internasional, tercatat 16 penerbangan
dibatalkan, tujuh ditunda, dan lima dijadwalkan kembali. Penerbangan yang
terdampak mencakup rute Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD),
Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).
Sementara itu, penerbangan domestik mencatat empat
pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak antara lain
Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).
Rute domestik dengan jumlah penerbangan terdampak
terbanyak adalah Makassar (UPG), yakni 16 penerbangan pesawat. Untuk rute
internasional, Singapura (SIN) menjadi yang terbanyak dengan 11 penerbangan.
Di sisi lain, sebanyak 170 pesawat yang berada di area
parkir pesawat atau Remain Over Night
(RON) dalam kondisi aman. Pesawat tersebut terdiri dari 66 unit di Terminal 1,
51 unit di Terminal 2, 49 unit di Terminal 3, dan empat unit di area kargo.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengatakan,
penutupan operasional dilakukan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya
indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta.
Hasil paper test
Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05-06.35 WIB, Minggu
(6/9), kembali menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik. Kondisi tersebut
membuat penutupan bandara diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.
Ditjen Perhubungan Udara bersama operator penerbangan,
pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG terus memantau
kondisi sebaran abu vulkanik serta menyesuaikan operasional penerbangan
berdasarkan perkembangan di lapangan.








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar