Tutup Rakernas MDMC, Jusuf Kalla: Muhammadiyah Punya Kekuatan Besar Tangani Bencana - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Senin, 14 September 2026

Tutup Rakernas MDMC, Jusuf Kalla: Muhammadiyah Punya Kekuatan Besar Tangani Bencana

SIAGA-FM – Upaya pencegahan dan mitigasi bencana, perlu diperkuat sebagai bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

 

Jusuf Kalla saat menutup Rakernas MDMC Muhammadiyah 2026. (Muhammadiyah)


Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, dalam sambutan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPV) Seni dan Budaya D.I. Yogyakarta, Ahad (13/9) kemarin.

 

Jusuf Kalla (JK) mendorong Muhammadiyah untuk melangkah lebih jauh dengan memelopori gerakan pencegahan bencana berbasis lingkungan.

 

Menurutnya, penanganan bencana seperti banjir dan kekeringan harus dimulai dari hulu melalui berbagai tindakan preventif.

 

“Sama seperti prinsip dokter, lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita harus maju ke belakang untuk menangani bencana yang dapat diprediksi, seperti banjir akibat kerusakan lingkungan,” ujar JK.

 

Di sisi lain, ketika bencana telah terjadi, JK menekankan pentingnya kecepatan penanganan sebagai salah satu faktor penentu keselamatan penyintas dalam masa krisis atau golden time.

 

Dalam situasi darurat, menurutnya, masyarakat terdampak tidak cukup hanya diberikan dukungan moral, tetapi juga membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar secara cepat.

 

“Sabar, sabar, itu tidak ada gunanya. Orang butuh makanan, mesti bawa makanan, bawa baju, tempat tinggal, dan air bersih,” tegas JK.

 

JK menilai Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam penanggulangan bencana. Potensi tersebut ditopang oleh keberadaan rumah sakit, perguruan tinggi, jaringan organisasi, hingga relawan yang tersebar di berbagai daerah.

 

Namun, besarnya potensi tersebut, menurut JK, harus diimbangi dengan transparansi dan akuntabilitas untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan para penyumbang.

 

“Lembaga kemanusiaan itu berdiri di tengah-tengah antara pihak yang memberi sumbangan dan korban yang dibantu. Senjata utamanya adalah kepercayaan, sehingga laporan keuangan dan audit publik harus disebar secara berkala agar masyarakat yakin bantuannya benar-benar sampai,” tegasnya.

 

Di akhir arahannya, JK mengajak untuk terus memperkuat sinergi dalam mengedukasi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mempercepat respons kemanusiaan di seluruh pelosok Tanah Air.

 

“Insyaallah, kerja sama yang kita kaji bersama terkait kemanusiaan kita lakukan secara bersama-sama untuk kebaikan kemanusiaan dan juga menjadi amal bagi kita semuanya,” pungkas JK. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner