Dampak Kabut Asap, Kepala BPBD Padang Panjang Imbau Warga Gunakan Masker - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Jumat, 16 Oktober 2026

Dampak Kabut Asap, Kepala BPBD Padang Panjang Imbau Warga Gunakan Masker


SIAGA
-FM
– Dampak karhutla di provinsi tetangga kian terasa di Kota Padang Panjang. BPBD setempat mengimbau warga untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker.

 

Berdasarkan data IQAir Indonesia, hari ini, Jumat (16/10/2026), kualitas udara di Kota Padang Panjang berada pada kategori tidak sehat dengan indeks AQI US sebesar 164 dan konsentrasi polutan PM2.5 sebesar 63,9 µg/m³.

 

Menyikapi kondisi itu, Kepala BPBD—Kesbangpol Kota Padang Panjang, Mihandrik, S.STP., M.Si, menyampaikan imbauannya untuk seluruh warga di kota berjuluk Serambi Mekah itu untuk menggunakan masker wajah agar paparan partikel kabut asap tidak mengganggu kesehatan.

 

Imbauan itu disampaikan Mihandrik saat menerima tim Disaster Journalist Foundation (DJF) dan Alpha Rescue di Padang Panjang, Jumat (16/10/2026) siang.

 


“Memperhatikan kondisi kabut asap yang saat ini masih berada pada status tidak sehat Pemerintah Kota Padang Panjang mengimbau masyarakat agar menyikapi kabut asap yang sekarang indikator pencemarannya itu tidak sehat,” sebut Mihandrik.

 

Ia pun melanjutkan, kebijakan pemerintah daerah sekaitan kabut asap yang makin mengganggu aktivitas warga kota itu, untuk sekolah sudah dilakukan edaran mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

 

@alpharescueteam Kepala BPBD - Kesbangpol Padang Panjang imbau ssluruh masyarakat Padang Panjang untuk selalu menjaga diri dan lingkungan saat indeks kabut asap sudah mencapai status Tidak Sehat. @mihandrik @Deny @Radi Chanel @Wardi @LAI NIO @BPBD KOTA PADANG PANJANG @bento_87 #disaster #kabutasap #karhutla #bencana ♬ suara asli - Alpha Rescue

“Untuk masyarakat luas di ruang publik, kami masih melihat warga yang belum menggunakan APD berupa masker. Marilah kita menjaga diri dengan menggunakan masker, kita bangun warga tangguh,” pungkasnya.

 

Seperti diketahui, dampak kabut asap yang melanda Kota Padang Panjang dan daerah lainnya di Sumatra Barat sudah dirasakan sejak beberapa pekan lalu. Untuk sekolah saja, telah beberapa kali dilakukan pengalihan pembelajaran tatap muka menjadi daring.

 

Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumbar itu, menurut pntauan BMKG, berasal dari luar Sumbar yang terbawa angin ke arah barat.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner