SIAGA-FM – Sikapi kinerja BPBD Padang Panjang dalam penanggulangan bencana, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang, Suprianto, sebut perlunya media center yang siap bertugas sepanjang waktu.
“Selama ini, kita para wartawan, kesulitan mendapatkan
informasi terkait kejadian atau bencana. Seharusnya BPBD setempat, menyiapkan
tim humas yang bisa berkomunikasi dengan wartawan terkait informasi
kebencanaan,” demikian disebut sosok yang biasa disapa Bento itu, di sela-sela
Diskusi Publik Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang digelar BPBD Padang
Panjang di Hotel Pangeran, Selasa (6/10/2026).
Dikatakan Bento, sebagai ujung tombak informasi dan
pemberitaan, tentunya wartawan perlu mendapatkan informasi kebencanaan secara
cepat dan tepat.
“Biasanya ketika terjadi bencana, para pegiat media
sosial sudah melakukan live streaming. Kadang informasi yang mereka sampaikan
belum terverifikasi dari otoritas terkait. Nah, di sini kita para wartawan juga
perlu mendapatkan informasi yang cepat dari BPBD,” ujarnya.
Pihaknya sebagai wartawan, sambung Bento, menilai kinerja
kehumasan dari BPBD sebagai sesuai yang sangat penting.
“Informasi yang diberikan secara resmi dari BPBD,
tentunya akan menjadi asupan informasi bagi masyarakat luas. Dan kami sebagai
jurnalis, siap untuk bekerjasama dalam proses diseminasi informasi,” ucap
Bento.
Sekaitam dengan hal tersebut, Bento mengatakan, PWI
Padang Panjang dalam waktu dekat akan melaukan pertemuan dengan pihak BPBD.
“Kita akan bicarakan terkait kehumasan BPBD. Apakah
nantinya akan ada media center yang dikerjasamakan dengan PWI, nantinya akan
menjadi salah satu opsi yang kita bawa dalam pertemuan itu,” pungkasnya.
Diskusi Publik RPB
Padang Panjang
Sebagai bagian dari tahapan penting penanganan bencana,
BPBD Padang Panjang menggelar Diskusi Publik RPB, Selasa (6/10/2026).
Diskusi Publik yang dipandu oleh tim DRR Indonesia
Consultant tersebut menghadirkan elemen-elemen pemerintahan terkait dan seluruh
komunitas kebencanaan di kota berjuluk Serambi Mekah itu.
Diskusi dalam rangka masukan dan usulan dokumen RPB itu,
diharapkan menjadi bagian dari penyempurnaan naskah RPB yang selanjutnya akan
dibawa ke BNPB sebelum disahkan.
Masukan, saran, tanggapan, dan penyepakatan dari pemangku
kepentingan terhadap substansi dokumen sebelum proses finalisasi, nantinya akan
disempurnakan sebagai dokumen RPB yang akan memandu tahapan penanggulangan
bencana di kota itu. (*)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar