SIAGA-FM – Sejumlah wilayah rawan longsor dan titik yang berpotensi banjir menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Bandung. Hal itu seiring musim hujan yang segera tiba.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (Foto: Atep/RRI).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menginstruksikan dinas
terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Farhan mengatakan, langkah pertama
yang dilakukan adalah menginstruksikan BPBD bersama tujuh kecamatan yang berada
di kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Yang pertama saya perintahkan adalah BPBD bersama tujuh
kecamatan yang berada di kawasan rawan longsor, dari Cibiru di sebelah timur
hingga Cidadap di sebelah utara,” ujar Muhammad Farhan, Rabu kemarin.
Pemkot Bandung juga mengerahkan seluruh tim siaga
bencana di bidang pengendalian daya rusak air.
Langkah itu dilakukan untuk memantau sejumlah titik yang
berpotensi terdampak banjir akibat meningkatnya intensitas hujan.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya
kawasan Cihampelas, tepatnya di depan Hotel Grand Tjokro. Di lokasi tersebut,
kondisi tebing dan bangunan penahan perlu mendapatkan pemantauan secara ketat
guna mengantisipasi potensi kerawanan saat hujan deras.
Selain itu, aliran Sungai Citepus hingga kawasan Pagarsih
juga menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi banjir di wilayah Kota
Bandung.
Farhan turut menyoroti Sungai Cikapundung yang memiliki
potensi banjir bandang. Menurutnya, potensi bahaya tersebut perlu diwaspadai
meskipun tidak selalu menimbulkan genangan air dalam cakupan yang luas.
“Di kawasan barat kota, Sungai Cikapundung berpotensi
banjir bandang yang sangat berbahaya, meski tidak selalu menyebabkan genangan
luas,” tandasnya.(RRI)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar