SIAGA-FM – Menuju satu tahun bencana banjir bandang Sumatra Barat, 27 November 2025 lalu, tahun ini peresmian tugu peringatan peristiwa segera dilakukan.
Mengambil tema Mengenang Satu Tahun Bencana
Hidrometeorologi Sumatra Barat, persemian tugu bencana itu akan digelar pada
tanggal 25 November mendatang.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang
Panjang, Doni Hendra, dalam rapat lintas sektoral yang digelar di ruangan rapat
Balaikota setempat, Rabu (21/10/2026) pagi.
“Ini adalah rapat pertama dalam rangka persiapan
kegiatan. Saat ini kita menyiapkan bentuk, jenis, dan kepanitiaannya, serta
siapa saja pihak-pihak yang akan hadir dalam kegiatan tersebut,” demikian
disampaikan Doni Hendra.
Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah kepala OPD, Ketua
PWI Padang Panjang dan Direktur Alpha Rescue itu, mengemuka informasi, tugu
peringatan bencana hidrometeorologi tersebut dibangun oleh Himpunan Bersatu
Teguh (HBT). Lokasi pembangunan berada di Jembatan Kembar batas Kota Padang
Panjang.
Disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Padang Panjang Wita
Desi Susanti dalam rapat tersebut, pembangunan tugu peringatan yang dibangun
HBT itu akan jadi monumen mengenang kejadian bencana yang merenggut banyak
nyawa dan harta benda warga di lima kota dan kabupaten di Sumatra Barat.
“Jadi, tugu peringatan ini merupakan monumen peristiwa galodo [red—banjir bandang] tahun lalu
yang melanda wilayah Sumbar. Disepakati oleh HBT selaku pihak yang membangun,
Kota Padang Panjang dipilih menjadi lokasinya,” sebut Wita.
Dijelaskan Wita, saat peresmian tugu itu nanti, akan
diundang pemda lima kota dan kabupaten terdampak, serta pihak keluarga korban.
“Awalnya ada rencana untuk menuliskan nama-nama seluruh
korban bencana di wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar, namun karena keterbatasan
data, akhirnya disepakati nama-nama korban yang akan ditulis di tugu itu hanya
korban yang berasal dari Sumatra Barat saja,” papar Wita.
Wita juga menjelaskan, tugu itu dibangun menggunakan batu
yang memang berasal dari kejadian satu tahun lalu. “Batu yang digunakan adalah
batu asli yang berasal dari kejadian setahun lalu,” sebut Wita lagi.
Sementara itu, Kepala BPBD-Kesbangpol Padang Panjang,
Mihandrik, di saat yang sama mengatakan, selain peresmian tugu peringatan
bencana itu, bersamaan akan dilakukan peresmian hunian tetap (huntap) yang saat
ini selesai dibangun untuk warga terdampak bencana banjir bandang tahun lalu.
“Kita satukan kegiatan ini di hari yang sama. Untuk
huntap, kami bersama Dinas Perkim-LH, sudah menyiapkan konsepnya,” sebut
Mihandrik.
Rapat pertama tersebut, rencananya akan dilanjutkan pada
Senin mendatang untuk menyusun konsep kerja masing-masing elemen.
“Kita akan undang untuk rapat berikutnya di hari Senin
mendatang. Kita matangkan persiapan kegiatan ini,” tutup Mihanddrik. (*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar