SIAGA-FM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), gelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Kedaruratan Gempa dan Kebakaran, dua hari lalu di Jakarta.
BRIN saat kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Kedaruratan
Gempa dan Kebakaran. (Foto: Dok BRIN)
Kegiatan tersebut membekali pegawai dengan pengetahuan
praktis agar mampu bertindak cepat, tepat, dan tertib ketika menghadapi situasi
darurat.
Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan (PR EMK)
BRIN, Bachtiar Rifai, menilai pembekalan keselamatan perlu menjadi bagian dari
budaya kerja, terutama bagi pegawai yang menghabiskan sebagian besar waktunya
di gedung bertingkat.
“Pengalaman saya bekerja kurang lebih 21 tahun, saya
belum pernah sekalipun mendapatkan pengayaan pengetahuan bagaimana kalau
terjadi gempa,” ungkap Bachtiar.
Menurutnya, ketidaktahuan mengenai prosedur penyelamatan
dapat memicu keputusan berbahaya ketika seseorang menghadapi ancaman. Dalam
situasi krisis, kemampuan mengenali risiko dan menentukan tindakan awal menjadi
faktor penting untuk menghindari jatuhnya korban.
“Keputusan yang diambil dalam 30 detik pertama saat
krisis sangat menentukan keselamatan nyawa seseorang, baik di lingkungan kerja
maupun di rumah,” tegasnya.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya
mengandalkan pengetahuan saat berada di kantor. Persiapan di rumah dan
lingkungan keluarga juga diperlukan agar setiap anggota keluarga mengetahui
tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Sosialisasi dan simulasi kedaruratan yang dilaksanakan
BRIN menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pegawai mengenai risiko
bencana, prosedur evakuasi, dan langkah penyelamatan diri.
Latihan secara berkala diperlukan agar pengetahuan
tersebut dapat diterapkan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.
Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas
kebencanaan atau pengelola gedung. Setiap penghuni memiliki peran dalam menjaga
keselamatan diri dan orang lain, mulai dari memahami jalur evakuasi hingga
mematuhi instruksi petugas.
Dengan persiapan yang memadai, kebiasaan kerja yang aman,
dan latihan yang terarah, risiko akibat kepanikan serta kesalahan evakuasi
dapat ditekan.
Budaya keselamatan yang tumbuh di kantor maupun di rumah
menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun masyarakat yang lebih
tangguh menghadapi bencana.(source: infopublik)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar