SIAGA-FM – Meskipun kondisi kering masih mendominasi sebagian wilayah Indonesia, dinamika atmosfer tetap dapat memicu cuaca ekstrem secara lokal.
Prakirawan BMKG Dendi R.Purnama dalam InfoBMKG yang
dikutip Sabtu (3/10/2026) menjelaskan, kondisi atmosfer Indonesia saat ini
masih dipengaruhi fenomena El Nino sangat kuat dan nilai Indian Ocean Dipole (IOD)
positif. Kondisi tersebut turut mempertahankan cuaca kering di sejumlah
wilayah.
Pada periode 2–4 Oktober 2026, cuaca Indonesia umumnya
diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan.
Namun, masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan
terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatra Utara,
Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Papua Pegunungan.
Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di Nusa
Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua
Selatan.
Sementara itu, pada 5–8 Oktober 2026, kondisi cuaca
secara umum masih didominasi cerah berawan hingga hujan ringan.
BMKG juga mengingatkan potensi hujan lebat hingga sangat
lebat di Papua Pegunungan. Adapun angin kencang berpotensi terjadi di Maluku
Utara, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.
Menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung, BMKG
mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, menghemat penggunaan air, serta tidak
melakukan pembakaran lahan maupun sampah.
Kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi kemarau dan
potensi cuaca ekstrem dapat berlangsung secara bersamaan di wilayah yang
berbeda.
Masyarakat diharapkan melakukan langkah antisipasi sesuai
kondisi lingkungan masing-masing untuk mengurangi risiko yang dapat
ditimbulkan.(infopublik)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar