SIAGA-FM – Siswa SMP Negeri 1 Grujugan Bondowoso mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi mitigasi kebencanaan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut berlangsung berkat kerja sama antara Tim
Sekolah Siaga Bencana (Segana) SD Negeri Selolembu dan pihak SMPN 1 Grujugan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan dengan
berbagai langkah penyelamatan diri ketika terjadi bencana, khususnya gempa
bumi. Salah satu simulasi yang dilakukan adalah prosedur evakuasi di dalam
kelas, yakni para siswa dan guru diminta untuk tidak panik ketika terjadi
bencana gempa, berlindung di bawah meja dengan posisi membungkuk dan melindungi
kepala menggunakan tangan.
Petugas juga memberikan pelatihan pengenalan tanda-tanda
bencana melalui bunyi sirene atau kentongan. Dengan adanya suara tanda bahaya
tersebut, siswa diharapkan mampu segera mengambil tindakan cepat dan mencari
tempat yang aman.
“Edukasi ini penting untuk membentuk budaya tanggap
bencana sejak dini di kalangan pelajar,” ujar Syarif Hidayatul Maula, Ketua Tim
Segana baru-baru ini.
Kepala Sekolah SMPN 1 Grujugan, Rita Kurniati mengatakan
kegiatan tersebut diikuti oleh 271 siswa kelas 7-9 dalam rangkaian MPLS dan
penguatan karakter siswa yang berlangsung sejak 14-26 Juli 2025.
"Karena memang di daerah kita sering mengalami
bencana baik gempa bumi, tanah longsor dan sebagainya," terangnya.
Edukasi serupa rencananya akan dilakukan secara
berkelanjutan karena SMP Negeri 1 Grujugan ditunjuk sebagai sekolah tanggap
bencana yang mendapat pendampingan BPBD setempat. (rri)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar