SIAGA-FM – Merencanakan program-program kemanusiaan, menjadi hal terpenting dalam upaya membangun masyarakat sadar bencana. Wilayah Indonesia yang rentan terhadap bencana, mengharuskan setiap warganya menjadi warga tangguh yang memiliki kesiapsiagaan.
Nopil Asrianto (helm kuning) dalam sebuah operasi
kemanusiaan di Tanah Datar saat banjir lahar dingin Marapi 11 Mei 2024 silam.
(Dok. MDMC Tanah Datar)
Hal itu mengemuka dalam diskusi singkat bersama Pj. Ketua
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Tanah Datar, Nopil
Asrianto, S.HI, MH, bersama tim Alpha Rescue, Kamis (26/2/2026).
Dijelaskan Nopil yang juga Sekretaris Pimpinan Daerah
Muhammadiyah (PDM) Tanah Datar itu, berbagai program telah dilakukan MDMC Tanah
Datar dalam operasi kemanusiaan.
“Setiap terjadi bencana di wilayah Tanah Datar, kita
turunkan tim operasi untuk membantu masyarakat. Dan ke depan, bersama Alpha
Rescue, kita akan garap kegiatan pelatihan Manajemen Komunikasi Darurat,”
demikian sebut tokoh muda tersebut.
Menangapi usulan dari Alpha Rescue untuk menggelar
kegiatan pelatihan Manajemen Komunikasi Darurat itu, Nopil menyampaikan bahwa
hal tersebut sangat penting dilakukan.
“Sebagai stakeholder penanganan bencana dan misi darurat
dalam tubuh Muhammadiyah, tentunya seluruh anggota MDMC dibekali dengan
pengetahuan dan keterampilan komunikasi darurat. Kami sangat setuju dengan
usulan kegiatan dimaksud,” tegas mantan Ketua IMM Sumbar itu.
Tim MDMC Tanah Datar di lapangan saat melalukan operais
kemanusiaan. (Dok. MDMC Tanah Datar)
Sementara itu dari tim Alpha Rescue, Nova Indra,
menjelaskan terkait dengan pelatihan Manajemen Komunikasi Darurat yang digagas
lembaganya di tiap daerah bersama unsur masyarakat.
“Untuk penanganan bencana, tentunya tidak bisa kita
gantungkan pada pemerintah saja, sebagai elemen warga, MDMC perlu penguatan
melalui berbagai hal. Salah satunya bagaimana keterampilan komunikasi darurat jadi
salah satu bagian penting yang harus dimiliki,” sebut pemilik callsign 91KMAQP
itu.
Dijelaskan Nova, setiap terjadi bencana, sistem
komunikasi darurat dalam elemen-elemen penanganan bencana sering menjadi
masalah serius.
“Ada masalah dalam komunikasi darurat ini. Ketidakterhubungan
antara masing-masing elemen kadang juga menjadi salah satu rintangan ketika
harus melaporkan kondisi terkini, pendataan korban dan urusan komunikasi
lainnya. Jadi kita ingin elemen warga yang ada memiliki keterampilan ini dengan
menggunakan perangkat komunikasi darurat yang tepat,” urainya.
Terkait dengan kegiatan pelatihan Manajemen Komunikasi
Darurat untuk tiap daerah, disampaikan Nova, lembaga alpha Rescue akan mengajak
mitra-mitra yang ada untuk melakukan penguatan melalui pelatihan tersebut.
Diketahui, Alpha Rescue adalah lembaga kemanusiaan yang
bergerak di bidang sosial, edukasi warga dan tanggap bencana. Lembaga ini
bergerak secara mandiri, dan didukung oleh para tokoh, perantau dan pemerhati
urusan-urusan kemanusiaan. (ist)







.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar