SIAGA-FM – Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol, Aries Syahbudin, memaparkan sejumlah strategi pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama masa mudik Lebaran 1447 H.
Sejumlah strategi pengaturan lalu lintas untuk
mengantisipasi kepadatan kendaraan selama masa mudik Lebaran 1447 H/2026 Maseh.
(Foto: Dok. Humas Polri)
Hal ini disampaikan Kombes Pol Aries dalam Rapat Dengar
Pendapat terkait kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi mudik di
Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, berbagai skema rekayasa lalu lintas akan
diterapkan di sejumlah titik strategis. “Rekayasa lalu lintas yang kita
lakukan, one way, one way local, contraflow, pengalihan arus, delaying
system, maupun pelaksanaan ganjil-genap yang kita lakukan terutama di
lokasi-lokasi wisata,” ujar Kombes Aries.
Selain jalur darat, pengaturan di kawasan penyeberangan
menjadi perhatian utama, terutama lintasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk yang
menghubungkan Jawa dan Bali.
Pihak Korlantas telah melakukan Tactical Floor Game (TFG)
bersama seluruh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) dari berbagai wilayah sebagai
bagian dari persiapan pengamanan. “Berkaitan dengan pengaturan pelabuhan
Ketapang–Gilimanuk, kita sudah melakukan TFG seluruh Dirlantas,” tambah Aries.
Dalam skema ini, akan diterapkan pembatasan waktu bagi
kendaraan yang menyeberang.
“Untuk pengaturan di Ketapang–Gilimanuk, khusus kendaraan
dari Jawa menuju Bali akan dihentikan pukul 17.00 pada 18 Maret 2026. Kendaraan
dari Gilimanuk atau keluar dari Bali akan ditutup pukul 05.00 karena memang
tidak ada pembatasan saat perjalanan di wilayah Jawa,” jelas dia.
Korlantas Polri juga melakukan simulasi bersama
Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol untuk memetakan potensi
kepadatan arus mudik dan arus balik. Kebijakan Work From Anywhere (WFA)
diprediksi mampu meredam lonjakan kendaraan pada waktu tertentu.
“Prediksi puncak arus mudik pertama terjadi 16–17 Maret
karena WFA ASN, puncak kedua pada 18–19 Maret 2026. Puncak arus balik pertama
20–25 Maret, kedua 28–29 Maret 2026. Dengan WFA ini sedikit mengurangi puncak
pelaksanaan arus mudik,” terang Kombes Aries.
Selain WFA, pembatasan kendaraan sumbu tiga dianggap
efektif menekan angka kecelakaan.
“Tahun lalu kita berhasil menurunkan angka fatalitas 31
persen meski masih jauh dari zero accident. Pembatasan sumbu tiga sangat
berpengaruh dalam mengurangi kecelakaan, khususnya di jalur arteri kendaraan
roda dua,” ungkap dia.
Untuk arus balik, Kombes Aries Syahbudin menekankan
pemanfaatan ruas tol baru secara fungsional, seperti Tol Japek II Selatan, guna
mengurai kepadatan di Cikampek dan titik persilangan kendaraan dari Bandung di
KM 66.
“Arus balik, Tol Japek Dua Selatan secara fungsional bisa
dimanfaatkan, cukup membantu saat arus balik di mana kendaraan bertumpuk di
Cikampek dan crossing kendaraan dari Bandung di KM 66,” jelasnya.(infopublik)







.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar