SIAGA-FM – Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, salah satunya melalui peningkatan literasi kebencanaan masyarakat.
Walikota Magelang Damar Prasetyono memberi penjelasan
kepada wartawan didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo (kopiah).
(Prokompim Pemko Magelang)
Hal itu disampaikan Walikota Magelang Damar Prasetyono saat
menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VIII, Wibowo Prasetyo, di Kantor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang, beberapa hari lalu.
Meskipun luas wilayah Kota Magelang relatif terbatas,
posisinya sebagai pusat aglomerasi membuat daerah ini tetap harus siap
menghadapi dampak bencana, termasuk yang terjadi di wilayah sekitar.
Satu langkah strategis yang dilakukannya adalah,
mendorong program literasi kebencanaan kepada masyarakat. Ini bertujuan
meningkatkan pemahaman warga terhadap potensi risiko bencana sejak dari
lingkungan keluarga.
“Kita kenalkan konsep mitigasi bencana. Yakni upaya
mengurangi risiko sebelum bencana terjadi,” kata Damar, didampingi Plt Kalak
BPBD Kota Magelang, Candra Adi Wijatmiko.
Menurutnya, pemahaman dasar masyarakat terhadap kondisi
lingkungan sekitar sangat penting, mulai dari potensi kebakaran akibat
instalasi listrik di rumah, pengelolaan drainase yang dapat memicu genangan
atau banjir, hingga kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan
petir.
“Masyarakat harus memahami dulu kondisi di rumahnya
sendiri. Misalnya instalasi kabel listrik yang bisa memicu kebakaran, drainase
yang tersumbat sampah hingga menyebabkan genangan, atau kapan harus menghindari
aktivitas di luar saat cuaca ekstrem,” jelasnya.
Damar menilai, peningkatan literasi kebencanaan menjadi
pilihan strategis, agar masyarakat memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan yang
lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.
Data menunjukkan, Pemerintah Kota Magelang dalam
dua bulan terakhir tercatat sebanyak 32 kejadian bencana di wilayah tersebut.
Peristiwa itu terdiri atas berbagai kejadian dengan skala kecil hingga sedang.
“Artinya intensitas kebencanaan itu memang ada di tengah
kita,” katanya.
Karena itu Damar menegaskan, upaya edukasi kebencanaan
tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai
unsur dalam pendekatan kolaboratif, termasuk dengan media massa.
Mengenai kunjungan kerja anggota DPR RI Damar mengatakan,
itu sebagai perhatian bagi Kota Magelang dalam memperkuat kesiapsiagaan
bencana, meskipun wilayahnya tergolong kecil.
“Kami merasa terhormat Kota Magelang mendapat perhatian
dari DPR RI Komisi VIII yang sudah berkunjung,” kata Damar. (prokompim)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar