Walikota Magelang Dorong Peningkatan Literasi Kebencanaan Warga - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad


Selasa, 10 Maret 2026

Walikota Magelang Dorong Peningkatan Literasi Kebencanaan Warga

SIAGA-FM – Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, salah satunya melalui peningkatan literasi kebencanaan masyarakat.

 

Walikota Magelang Damar Prasetyono memberi penjelasan kepada wartawan didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo (kopiah). (Prokompim Pemko Magelang)


Hal itu disampaikan Walikota Magelang Damar Prasetyono saat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VIII, Wibowo Prasetyo, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang, beberapa hari lalu.

 

Meskipun luas wilayah Kota Magelang relatif terbatas, posisinya sebagai pusat aglomerasi membuat daerah ini tetap harus siap menghadapi dampak bencana, termasuk yang terjadi di wilayah sekitar.

 

Satu langkah strategis yang dilakukannya adalah, mendorong program literasi kebencanaan kepada masyarakat. Ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga terhadap potensi risiko bencana sejak dari lingkungan keluarga.

 

“Kita kenalkan konsep mitigasi bencana. Yakni upaya mengurangi risiko sebelum bencana terjadi,” kata Damar, didampingi Plt Kalak BPBD Kota Magelang, Candra Adi Wijatmiko.

 

Menurutnya, pemahaman dasar masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar sangat penting, mulai dari potensi kebakaran akibat instalasi listrik di rumah, pengelolaan drainase yang dapat memicu genangan atau banjir, hingga kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan petir.

 

“Masyarakat harus memahami dulu kondisi di rumahnya sendiri. Misalnya instalasi kabel listrik yang bisa memicu kebakaran, drainase yang tersumbat sampah hingga menyebabkan genangan, atau kapan harus menghindari aktivitas di luar saat cuaca ekstrem,” jelasnya.

 

Damar menilai, peningkatan literasi kebencanaan menjadi pilihan strategis, agar masyarakat memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.

 

Data menunjukkan, Pemerintah Kota Magelang  dalam dua bulan terakhir tercatat sebanyak 32 kejadian bencana di wilayah tersebut. Peristiwa itu terdiri atas berbagai kejadian dengan skala kecil hingga sedang.

 

“Artinya intensitas kebencanaan itu memang ada di tengah kita,” katanya.

 

Karena itu Damar menegaskan, upaya edukasi kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai unsur dalam pendekatan kolaboratif, termasuk dengan media massa.

 

Mengenai kunjungan kerja anggota DPR RI Damar mengatakan, itu sebagai perhatian bagi Kota Magelang dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana, meskipun wilayahnya tergolong kecil.

 

“Kami merasa terhormat Kota Magelang mendapat perhatian dari DPR RI Komisi VIII yang sudah berkunjung,” kata Damar. (prokompim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad