SIAGA-FM – Terima kunjungan akademisi dan pakar, Kepala BMKG Kelas I Padang Panjang Dr. Suaidi Ahadi, dukung terlaksananya peringatan Satu Abad Gempa Padang Panjang.
Bertempat di ruangan kerjanya di Stasiun Geofisika jalan
Sutan Syahrir Padang Panjang, sejumlah tokoh dan praktisi menggelar diskusi
seputar pentingnya upaya membangun rantai peringatan dini yang lebih nyata di
lapangan. Dan peringatan Satu Abad Gempa Padang Panjang dijadikan momen penting
untuk program mitigasi bencana di daerah ini.
Hadir pada kesempatan itu, Dr. Osronita, Dekan Fakultas
Sains Teknologi dan Pendidikan Universitas Tamansiswa Padang yang membawa
program Jalur Tracking Lintas Patahan Sumatera yang nantinya akan diberikan
barcode pasa setiap geositenya, serta Ir. Ade Edward yang merupakan Ahli
Geologi Sumatera Barat, dan Munafri, Wakil Ketua Perkumpulan Jurnalis
Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Panjang.
Pada kesempatan itu, Dr. Suaidi menyatakan dukungan
terhadap kegiatan peringatan Satu Abad Gempa Padang Panjang yang akan digelar
dalam beberapa rangkaian kegiatan oleh berbagai elemen.
“Kita mendukung setiap program ini. Karena dengan
demikian, peringatan Satu Abad Gempa Padang Panjang akan menjadi momentum
positif bagi kelangsungan program mitigasi bencana, terutama pada bidang kami,”
sebutnya Dr. Suaidi yang juga pengajar di Universitas Walisongo itu.
Dilanjutkannya, semua program yang diusung oleh
stakeholder yang ada, tentunya akan menambah kuatnya program mitigasi bencana
di Sumatra Barat, khususnya di Kota Padang Panjang.
Seperti diketahui, gempa Padang Panjang satu abad lalu tersebut, tepatnya terjadi pada tanggal 28 Juni 1926.
Gempa yang terjadi pada
pukul sepuluh dan pukul dua siang tersebut, meluluhlantakkan Padang Panjang dan
sekitarnya, sebagaimana ditulis koran Nieuwe
Haarlemsche terbitan 30 Juni 1926 dengan headline "Gempa di Sumatera: Padang
Panjang Hampir Hancur".
Menurut data dari tulisan itu, gempa bumi tersebut juga menimbulkan tsunami di Danau Singkarak Tanah Datar, serta longsor di berbagai wilayah.
Gempa tersebut menghancurkan
banyak bangunan penting sekaligus memakan banyak korban. Sekitar 350 orang
diketahui meninggal dalam bencana tersebut dan ada ribuan korban luka-luka. (*)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar