Kepala BMKG Kelas I Padang Panjang Terima Kunjungan Akademisi dan Pakar - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Senin, 27 April 2026

Kepala BMKG Kelas I Padang Panjang Terima Kunjungan Akademisi dan Pakar


SIAGA
-FM
– Terima kunjungan akademisi dan pakar, Kepala BMKG Kelas I Padang Panjang Dr. Suaidi Ahadi, dukung terlaksananya peringatan Satu Abad Gempa Padang Panjang.

 

Bertempat di ruangan kerjanya di Stasiun Geofisika jalan Sutan Syahrir Padang Panjang, sejumlah tokoh dan praktisi menggelar diskusi seputar pentingnya upaya membangun rantai peringatan dini yang lebih nyata di lapangan. Dan peringatan Satu Abad Gempa Padang Panjang dijadikan momen penting untuk program mitigasi bencana di daerah ini.

 

Hadir pada kesempatan itu, Dr. Osronita, Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Pendidikan Universitas Tamansiswa Padang yang membawa program Jalur Tracking Lintas Patahan Sumatera yang nantinya akan diberikan barcode pasa setiap geositenya, serta Ir. Ade Edward yang merupakan Ahli Geologi Sumatera Barat, dan Munafri, Wakil Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Panjang.

 

Pada kesempatan itu, Dr. Suaidi menyatakan dukungan terhadap kegiatan peringatan Satu Abad Gempa Padang Panjang yang akan digelar dalam beberapa rangkaian kegiatan oleh berbagai elemen.

 

“Kita mendukung setiap program ini. Karena dengan demikian, peringatan Satu Abad Gempa Padang Panjang akan menjadi momentum positif bagi kelangsungan program mitigasi bencana, terutama pada bidang kami,” sebutnya Dr. Suaidi yang juga pengajar di Universitas Walisongo itu.

 

Dilanjutkannya, semua program yang diusung oleh stakeholder yang ada, tentunya akan menambah kuatnya program mitigasi bencana di Sumatra Barat, khususnya di Kota Padang Panjang.

 

Seperti diketahui, gempa Padang Panjang satu abad lalu tersebut, tepatnya terjadi pada tanggal 28 Juni 1926. 


Gempa yang terjadi pada pukul sepuluh dan pukul dua siang tersebut, meluluhlantakkan Padang Panjang dan sekitarnya, sebagaimana ditulis koran Nieuwe Haarlemsche terbitan 30 Juni 1926 dengan headline "Gempa di Sumatera: Padang Panjang Hampir Hancur".

 

Menurut data dari tulisan itu, gempa bumi tersebut juga menimbulkan tsunami di Danau Singkarak Tanah Datar, serta longsor di berbagai wilayah. 


Gempa tersebut menghancurkan banyak bangunan penting sekaligus memakan banyak korban. Sekitar 350 orang diketahui meninggal dalam bencana tersebut dan ada ribuan korban luka-luka. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner