Komnas HAM Sebut Relokasi Korban Bencana Perlu Pendekatan Partisipatif - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Kamis, 14 Mei 2026

Komnas HAM Sebut Relokasi Korban Bencana Perlu Pendekatan Partisipatif

SIAGA-FM – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI sarankan pemerintah lakukan pendekatan partisipatif penanganan pascabencana Aceh.

 

Komisioner Komnas HAM RI Atnike Nova Sigiro saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penanganan bencana Aceh, di Banda Aceh, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Rahmat Fajri


"Proses konsultasi yang partisipatif antara masyarakat yang akan direlokasi dengan pemerintah merupakan syarat penting," kata Komisioner Komnas HAM RI Atnike Nova Sigiro, di Banda Aceh, Rabu kemarin.

 

Pernyataan itu disampaikan Atnike Nova Sigiro kepada awak media usai mengikuti diskusi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana ekologi dalam perspektif HAM di Banda Aceh.

 

Dalam perspektif HAM, kata Atnika, relokasi tempat tinggal itu sangat berdampak pada masa depan keluarga, meskipun dalam konteks mereka dalam ancaman bahaya atau rentan terhadap bencana.

 

"Tapi proses relokasinya memang perlu partisipatif, perlu ada konsultasi antara warga dengan pemerintah untuk menentukan wilayah yang menjadi relokasi itu sendiri," ujarnya.

 

Menurutnya, dalam proses relokasi, selain tempat yang tepat, pemerintah juga harus berpikir bagaimana ekonomi masyarakat yang dipindahkan, sosial dan budaya, serta keamanan, sehingga hak kesejahteraan mereka tidak terampas.

 

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga perlu memikirkan lahan tempat relokasi mempunyai kepastian hukum. Jangan nantinya ditemukan sengketa lahan pada kemudian hari.

 

Kemudian langkah penting lainnya, lanjut dia, adalah bagaimana kesempatan kerja bagi mereka yang bertani, berdagang, atau dan bekerja di sektor informal. Apakah masih bisa tetap beraktivitas selayaknya di tempat baru.

 

"Lalu anak-anak mereka, apakah akses terhadap sekolah tersedia atau tidak?. Juga kita bicara misalnya soal keamanan, lingkungannya harus sehat, aman, serta bebas dari bencana," katanya.

 

Atnike menyebut, proses tersebut memang tidak mudah, membutuhkan kesabaran dari pemerintah untuk menemukan wilayah clean and clear, dengan tetap memberikan kesejahteraan bagi warga yang dipindahkan.(/ANTARA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner