SIAGA-FM – Program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) perkuat kesiapsiagaan elemen warga di Kota Cimahi.
Program ini menjadi agenda rutin mengingat Kota Cimahi
berada di daerah rawan bencana. Program SMAB 2026 difokuskan di SMP Negeri 4
Kota Cimahi. Sebanyak 1.580 peserta yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik,
dan tenaga kependidikan menjadi peserta dan dibekali materi kebencanaan.
Walikota Cimahi, Ngatiyana,
menegaskan pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak dini, terutama di
lingkungan pendidikan.
Menurutnya, sekolah
memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus pusat
edukasi mitigasi bencana bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan
Sekolah/Madrasah Aman Bencana ini, kami berharap seluruh peserta mampu menjadi
agen perubahan yang menyebarkan semangat kewaspadaan dan mitigasi bencana di
lingkungan sekitarnya,” ujar Ngatiyana pada penutupan SMAB 2026, Jumat lalu.
Ngatiyana
mengatakan, Kota Cimahi termasuk wilayah yang memiliki potensi kerawanan
bencana cukup tinggi, terutama ancaman gempa bumi yang berkaitan dengan
keberadaan Sesar Lembang. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem juga kerap memicu
bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
“Kesiapsiagaan itu
penting. Ketika masyarakat memahami langkah mitigasi dan evakuasi mandiri, maka
risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir,” katanya.
Program SMAB
sendiri difokuskan pada penguatan tiga pilar utama satuan pendidikan aman
bencana, yakni fasilitas sekolah aman, manajemen penanggulangan bencana di
sekolah, serta pendidikan pengurangan risiko bencana.(*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar