SIAGA-FM – Rangkaian kegiatan dalam rangka Satu Abad Gempa Padang Panjang, terus bergulir. Tim dari berbagai elemen, lakukan penelusuran bangunan bersejarah tahan gempa yang ada di Kota Padang Panjang.
Tim penelusuran itu dipimpin Ir. Ade Edward, pakar
Geologi Sumatra Barat yang didampingi Dekan Fakultas Sains Teknologi dan
Pendidikan Universitas Tamansiswa, beserta tim dari Alpha Rescue dan
Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Panjang.
Selain itu, beberapa orang tokoh masyarakat Padang Panjang Batipuh X Koto dan
para konten kreator pun turut dalam kesempatan itu.
“Hari ini, kita lakukan penelusuran bangunan bersejarah
yang dibangun sebelum gempa tahun 1926 maupun bangunan rekonstruksi pascagempa
tersebut. Ada beberapa titik yang jadi tujuan kita hari ini bersama kawan-kawan
dari berbagai unsur,” sebut Ir. Ade kepada awak media SiagaFM di sela-sela
kegiatan, Minggu (3/5/2026).
Disebutkan Ir. Ade, lokasi-lokasi yang menjadi tujuan
penelusuran itu antara lain rumah kediaman warga di sebelah Kantor Walikota
Padang Panjang, Asrama Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang, Stasiun Kereta
Api Padang Panjang, Bangunan Mess dan Kompi Markas Secata-B Padang Panjang,
serta Gedung SMA Negeri 1 Padang Panjang.
"Semua bangunan yang kita jadikan sasaran penelusuran hari
ini, adalah bangunan yang telah ada sebelum gempa Padang Panjang 1926 silam.
Sebagian memang telah dilakukan rekonstruksi akibat rubuhnya bangunan tersebut
ketika gempa besar itu terjadi,” sebut mantan Kapusdalops Penanggulangan
Bencana Sumbar itu.
Ir. Ade menjelaskan,
“Yang kita lihat di sini adalah bagaimana kokohnya konsep pendirian bangunan
yang nantinya akan masuk ke dalam rekomendasi tim kepada pemerintah setempat.
Termasuk nanti perlunya payung hukum terhadap pembangunan dan pengelolaan
bangunan di daerah rentan gempa bumi ini.”
Sementara itu, Dr. Osronita, Dekan Fakultas Sains
Teknologi dan Pendidikan Universitas Tamansiswa, pada kesempatan yang sama mengatakan, sebagai daerah rawan bencana
gempa bumi, Padang Panjang perlu memiliki blue-print mitigasi bencana yang
benar-benar matang.
“Kita perlu bangun konsep mitigasi bencana yang
benar-benar matang. Termasuk bagaimana konsep bangunan yang ada di daerah ini.
Dan hal ini akan kita diskusikan tahap lanjut dengan otoritas setempat,” sebut
Osronita. (*)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar