SIAGA-FM – BMKG
perkuat ketahanan siber guna menjaga keamanan dan keandalan layanan informasi
meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan In-House Training Peningkatan
Kompetensi Security Operations Center (SOC) Fundamentals Tahun 2026 yang
dibuka di Auditorium BMKG, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada 23-25
Juni 2026 ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (PPSDM MKG) BMKG bekerja sama dengan
Direktorat Sistem Jaringan Komunikasi BMKG.
Deputi Bidang Infrastruktur Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika, Michael Andreas Purwoadi, dalam sambutannya menyampaikan, penguatan
kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber menjadi kebutuhan yang
semakin penting di tengah meningkatnya ancaman terhadap sistem informasi dan
infrastruktur digital.
Menurutnya, BMKG sebagai institusi yang mengelola
berbagai layanan strategis, termasuk sistem peringatan dini dan mitigasi
bencana, dituntut mampu menjaga keamanan, keandalan, dan keberlanjutan layanan
yang diberikan kepada masyarakat.
“Keamanan siber merupakan bagian penting dalam mendukung
layanan peringatan dini dan mitigasi bencana yang cepat, akurat, dan
terpercaya,” ujar Michael.
Ia menjelaskan, BMKG telah mengoperasikan Security Operations Center (SOC)
sebagai bagian dari upaya memperkuat pemantauan, deteksi, dan respons terhadap
insiden keamanan siber. Namun, keberhasilan sistem tersebut tidak hanya
ditentukan oleh teknologi yang digunakan, melainkan juga oleh kompetensi sumber
daya manusia yang mengelolanya.
Michael mengungkapkan, BMKG secara rutin menghadapi
berbagai ancaman siber, mulai dari upaya peretasan, serangan phishing, hingga penyebaran
informasi tidak resmi yang mengatasnamakan BMKG melalui situs web yang
menyerupai kanal resmi lembaga.
“Ancaman ini perlu menjadi perhatian bersama karena dapat
memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disampaikan BMKG.
Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM di bidang keamanan siber menjadi
sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, transformasi digital yang terus
berkembang membuat hampir seluruh sensor dan sistem observasi BMKG kini
terhubung melalui jaringan komunikasi digital.
Penyelenggaraan program pengembangan kompetensi In-House Training ini
diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi ancaman siber,
melakukan analisis log keamanan, merespons insiden secara cepat dan tepat,
serta menyusun laporan teknis yang sistematis sebagai dasar penguatan sistem
keamanan ke depan.
“Saya berharap pelatihan ini dapat memperkuat kesiapan
teknis SDM BMKG dalam menjaga keamanan ekosistem digital sekaligus membangun
budaya keamanan informasi di lingkungan BMKG,” ujar Michael.(SP)







.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar