SIAGA-FM – BNPB berkomitmen penuh untuk memperkuat aspek mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., di
Kantor Bupati Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (12/6).
(Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian agenda
kunjungan kerja Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., di
Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat (12/6) kemarin.
Agenda strategis itu meliputi rapat koordinasi bersama
jajaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, termasuk seluruh Kepala Pelaksana (Kalaksa)
BPBD kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Selain itu juga peninjauan langsung lokasi rencana
pembangunan Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) serta pengujian
perangkat sistem peringatan dini (early
warning system/EWS) di kawasan wisata pantai.
Melalui rapat koordinasi yang diselenggarakan di Kantor
Bupati Pangandaran, Kepala BNPB menegaskan, Pangandaran merupakan salah satu
wilayah di Jawa Barat yang memiliki indeks risiko bencana alam sangat tinggi.
Tercatat, hampir semua jenis potensi bencana alam mengintai wilayah ini,
kecuali erupsi gunung api.
Secara historis, momentum gempa bumi besar yang disusul
gelombang tsunami pada tahun 2006 silam di Pangandaran telah memakan banyak
korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang masif.
Peristiwa kelam tersebut bahkan menjadi salah satu
tonggak sejarah yang mendasari lahirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
tentang Penanggulangan Bencana di Indonesia.
"Tentu saja jika terjadi bencana skala besar,
kapasitas logistik dan peralatan di seluruh BPBD Indonesia belum akan mencukupi
tanpa intervensi pemerintah pusat. Namun, fokus utama yang kami tekankan kepada
BPBD di daerah adalah kekuatan respon awal,” ujar Suharyanto.
Minimal, sambungnya, dalam kurun waktu 2 x 24 jam
pascabencana, BPBD harus sudah hadir di tengah masyarakat terdampak untuk
menyalurkan bantuan primer. Lebih cepat tentu lebih baik.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Pangandaran memaparkan
kondisi riil geografis serta tantangan tata kelola kedaruratan yang dihadapi
daerah.
Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI),
Kabupaten Pangandaran saat ini berada di peringkat ke-16 tingkat nasional dan
peringkat ke-5 di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kompleksitas ini terlihat dari
fakta bahwa dari 11 ancaman bencana yang diidentifikasi secara nasional, 10 di
antaranya mengintai wilayah Pangandaran.
Merespon hal tersebut, Kepala BNPB menyatakan bahwa
pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan kebutuhan daerah ke
dalam program prioritas nasional secara bertahap. (*/SP)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar