SIAGA-FM – Pemerintah Kabupaten Pasuruan tetapkan 33 desa sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Hal itu guna meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi
menjelaskan pembentukan Destana bertujuan membangun budaya sadar bencana di
tengah masyarakat.
"Tujuannya agar warga mengenali ancaman bencana di
sekitarnya dan sigap dalam melakukan langkah mitigasi serta evakuasi saat
bencana terjadi. Dengan bertambahnya jumlah Destana, kami berharap desa-desa
lain terdorong untuk segera berkomitmen menciptakan lingkungan yang tangguh,
baik dari sisi SDM maupun sarana prasarana," ujar Sugeng Hariyadi dikutip
dari Disway.id hari ini.
Lebih lanjut, Sugeng Hariyadi memaparkan urgensi program
tersebut mengingat Kabupaten Pasuruan memiliki kerentanan tinggi terhadap
bencana.
Dari 14 jenis ancaman bencana nasional, 12 di antaranya
berpotensi terjadi di Kabupaten Pasuruan, di antaranya tanah longsor, banjir,
hingga tanah gerak.
"Target kami adalah menciptakan ketangguhan desa
yang mandiri. Ketika bencana terjadi, desa harus mampu bangkit dengan cepat dan
meminimalisir risiko yang ada," tambahnya.
Sementara itu, Camat Purwodadi, Sugiarto menyambut
positif penetapan tersebut. Di wilayahnya, Desa Gerbo dan Desa Cowek
menjadi prioritas karena topografi geografisnya yang rawan bencana tanah
longsor dan tanah gerak.
"Khusus untuk Desa Cowek, pengalaman peristiwa tanah
gerak beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan
provinsi. Penetapan sebagai Destana ini memacu kami untuk memperkuat koordinasi
di semua lini," ungkap Sugiarto.(*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar