SIAGA-FM – Pemkab Pekalongan perkuat upaya mitigasi dan penanganan bencana dengan mendeklarasikan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Tahun 2026.
Deklarasi yang berlangsung di Aula Lantai I Setda
Kabupaten Pekalongan, Rabu kemarin itu, menjadi bagian dari strategi memperkuat
kapasitas kecamatan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang kerap
terjadi di wilayah tersebut.
Hadir sebagai
narasumber Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi
Penanggungan, dan Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jenderal Bina
Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI, Evan Ferdianto.
Mewakili Plt Bupati
Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar menegaskan,
deklarasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Menurutnya, ukuran
keberhasilan program harus terlihat dari meningkatnya kemampuan wilayah dalam
mengantisipasi dan menangani bencana.
Ia menjelaskan,
penguatan kapasitas kecamatan menjadi kebutuhan mendesak mengingat Kabupaten
Pekalongan termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
Data BPBD Kabupaten
Pekalongan mencatat, hingga awal Juni 2026 telah terjadi 176 kejadian bencana
alam di berbagai wilayah.
Kondisi tersebut
menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk membangun sistem penanganan
yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berbasis kewilayahan.
Sementara itu,
Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto mengatakan bahwa deklarasi
Kencana bertujuan memperkuat sinergi seluruh pihak dalam penanggulangan
bencana.
Menurutnya,
keberhasilan penanganan bencana tidak dapat dibebankan kepada satu instansi
saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat kecamatan.
Melalui deklarasi
tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap setiap kecamatan mampu
menjadi pusat koordinasi penanganan bencana di wilayahnya masing-masing,
sehingga dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat lebih
terjamin.(*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar