SIAGA-FM – Upaya membangun masyarakat sadar bencana oleh sejumlah lembaga mulai menunjukkan geliat di tengah elemen warga dan dukungan pemerintah.
Setidaknya, hal itu tergambar dari sejumlah kegiatan yang
diinisiasi dalam rangka Satu Abad Gempa Padang Panjang yang sarat program
edukasi dan mitigasi bencana.
Disebutkan Nova Indra, pimpinan lembaga Alpha Rescue
kepada awak media Siaga-FM dalam diskusi bersama sejumlah pegiat radio
komunikasi darurat di Padang panjang, Minggu (7/6/2026), perhatian pemerintah
setempat dibuktikan dengan gelaran kegiatan Focus
Group Discussion (FGD) yang ditaja Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan
Informasi Publik (PJKIP) setempat, kemarin.
“Alhamdulillah, Pemko Padang Panjang memberikan
fasilitasi kegiatan yang digawangi rekan-rekan PJKIP kemarin. Kegiatan
dilaksanakan di hall balaikota setempat dan dibuka langsung Walikota Hendri Arnis,” sebut sosok yang juga pegiat literasi
tersebut.
Dikatakan Nova, dengan turut sertanya Pemko Padang
Panjang dalam rangkaian kegiatan itu, diharapkan program kegiatan Satu Abad
Gempa Padang Panjang yang diberi nama Bulan Mitigasi Bencana Padang Panjang
itu, akan menjadi agenda tahunan dalam rangka membangun budaya sadar bencana di
kota berjuluk Serambi Mekah tersebut.
“Ini adalah langkah positif untuk membangun masyarakat
tangguh bencana di Padang Panjang. Kita berharap, menuju acara puncak pada
tanggal 28 Juni mendatang, semua kegiatan diback-up
oleh Pemko,” apar penulis buku Langkah Strategis Mitigasi Bencana Padang
Panjang itu.
Dilanjutkan Nova, “Kami para inisiator yang telah mulai
bergerak sejak tahun lalu, mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemko Padang
Panjang.”
Menurut pemilik callsign
91KMAQP
itu, tim inisiator yag terdiri dari BMKG, HAGI, IAGI, Alpha Rescue, Fakultas
Sains Teknologi dan Pendidikan Univ. Tamansiwa Padang, serta PMI Padang
Panjang, dan PJKIP, dalam waktu dekat juga akan bertemu dengan Pemeritah
Kabupaten Tanah Datar.
“Kegiatan Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926 ini, bukan
hanya berpusat di Padang Panjang saja. Kita juga mengajak kawan-kawan dan
Pemkab Tanah Datar untuk turut serta, karena pusat gempa seratus tahun lalu itu
berada di wilayah administrasi Tanah Datar,” sebutnya.
Untuk pertemuan yang direncakan dengan pihak Tanah Datar,
Nova mengatakan, hal itu digagas oleh Kepala BMKG Kelas I Padang Panjang, Dr.
Suaidi Ahadi.
“Kita tunggu jadwalnya, sesuai rencana akan dilaksanakan
dalam pekan depan,” pungkas Nova. (*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar