SIAGA-FM – Pemerintah
daerah perlu memperkuat sistem, kepemimpinan, kolaborasi, serta pemanfaatan
data sebagai fondasi dalam mewujudkan kota yang tangguh menghadapi bencana.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat menjadi
narasumber dalam sharing session bertema "Inspirasi Kota Tangguh"
pada kegiatan Youth City Changers (YCC)
dalam rangka Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026
di Ballroom Kartini, Hotel Le Polonia, Medan, Sumatera Utara, baru-baru ini.
"Bencana adalah ujian bagi sistem. Barang siapa kota
yang pemimpinnya mampu membangun sistem, maka akan lebih tangguh terhadap
bencana. Bencana juga adalah ujian bagi kebersamaan, kepemimpinan, komunikasi,
dan pada akhirnya tentang data," ujar Bima.
Pada kesempatan itu Bima menjelaskan, salah satu aspek
yang masih perlu diperkuat di banyak daerah adalah perencanaan mitigasi
bencana.
Karena itu, katanya, Pemda perlu menjalin kolaborasi
dengan para ahli kebencanaan agar setiap potensi risiko dapat dipetakan,
diantisipasi, dan ditangani melalui langkah-langkah yang terencana.
Bima mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam
penanganan bencana melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat tidak hanya
dibutuhkan dalam penyaluran bantuan, tetapi juga dalam memberikan pendampingan
kepada kelompok rentan agar proses pemulihan berlangsung lebih aman, inklusif,
dan berkelanjutan.(*/Foto: Kemendagri)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar