SIAGA-FM – A-PAD Indonesia menggelar kegiatan Building a Disaster-Resilient Tourism Village Network Across Province melalui Kelas Jurnalisme Warga Tangguh Bencana.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Mataram itu,
dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD
Provinsi NTB, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan
kapasitas masyarakat dalam penyebaran informasi kebencanaan.
Sebagai narasumber, hadir Kepala Bidang Kedaruratan dan
Logistik yang menjadi narasumber terkait dengan Pengembangan Informasi Kebencanaan di Provinsi
Nusa Tenggara Barat”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun
jejaring desa wisata tangguh bencana yang melibatkan perwakilan dari Desa Batu Kumbung, Desa Batu Mekar, dan Desa
Karang Bayan.
Peserta berasal dari unsur Forum Pengurangan Risiko
Bencana (FPRB), pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), BUMDes,
karang taruna, PKK, serta berbagai elemen masyarakat desa wisata.
Dalam sambutannya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB
menegaskan, informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan mudah dipahami
merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas,
dan masyarakat desa wisata menjadi sangat penting agar informasi kebencanaan
dapat tersampaikan secara luas dan bertanggung jawab.
Melalui kelas ini, peserta dibekali kemampuan dasar
jurnalisme warga, mulai dari teknik penulisan berita, dokumentasi menggunakan
telepon seluler, hingga penyusunan konten digital yang menarik.
Selain itu, peserta juga diajak mengidentifikasi serta
mengangkat praktik baik dan pengetahuan lokal dalam penanggulangan bencana agar
dapat dipublikasikan melalui berbagai platform informasi.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan desa wisata
tidak hanya sebagai destinasi unggulan, tetapi juga sebagai penyambung informasi kebencanaan yang
terpercaya serta mitra strategis bagi BPBD dan instansi terkait.
Dengan semakin kuatnya jejaring informasi di tingkat
desa, masyarakat diharapkan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menghadapi
potensi bencana sekaligus mendukung terwujudnya desa wisata yang aman, tangguh,
dan berkelanjutan.(*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar