SIAGA-FM – Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, S.Si.,
Apt., M.Kes. mengatakan, keberadaan arsip sangat vital dalam penanggulangan
bencana.
Hal itu diungkap oleh Dr. Rustian dalam sambutannya pada
webinar Monitoring dan Evaluasi Penanganan Arsip Terdampak Bencana di Provinsi
Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh Arsip
Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kamis (30/7).
Rustian menyebut, arsip bencana bukan sekadar tumpukan
dokumen. Di dalamnya tersimpan nyawa, pembelajaran, dan kebijakan yang dapat
menyelamatkan ribuan orang di masa depan.
“Dalam arsip tersimpan data dan informasi mengenai lokasi
kejadian, tinggi genangan, wilayah terdampak, jumlah korban, jalur evakuasi,
kondisi pengungsian, kerusakan infrastruktur, keputusan pemerintah, distribusi
bantuan, proses pemulihan, hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam
penanganan bencana,” ujar Rustian.
Lebih dari itu, sambungnya, arsip juga merekam informasi
kearifan lokal masyarakat.
“Arsip juga merekam pengetahuan masyarakat tentang kemana
warga menyelamatkan diri, tanda-tanda alam apa yang mereka kenali, jalur mana
yang dapat dilalui, kelompok mana yang paling rentan, serta keputusan apa yang
terbukti efektif maupun yang perlu diperbaiki,” tuturnya.
Oleh karena itu pentingnya mengelola arsip dengan baik
dan tepat, menjadi penting dilakukan oleh setiap orang dan lembaga.
“Apabila informasi tersebut hilang, rusak, atau tidak
dapat diakses, maka generasi berikutnya berisiko memulai kembali dari titik
nol. Mereka dapat menghadapi ancaman yang sama tanpa memiliki kesempatan untuk
belajar dari pengalaman sebelumnya,” ungkap Rustian.
Pada akhir paparan, Rustian menyampaikan apresiasi kepada
pihak-pihak yang terlibat dalam program penanganan arsip terdampak bencana yang
telah bertugas di wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
“Kami apresiasi kepada Arsip Nasional Republik Indonesia,
pemerintah daerah, lembaga kearsipan daerah, BPBD, serta seluruh pihak yang
telah bekerja dalam penyelamatan arsip terdampak bencana,” ungkap Rustian.
Pada kesempatan yang sama, Kepala ANRI Mego Pinandito
menyampaikan, atas dukungan penuh dari BNPB, program penyelamatan arsip di tiga
provinsi terdampak ini dapat berjalan dengan baik.
“Terima kasih atas dukungan penuh anggaran, material
substansi dan arahan dari BNPB, yang bersama-sama pada akhir tahun lalu
memberikan dukungan kepada ANRI. Khususnya di dalam bagaimana bisa
menyelamatkan arsip-arsip yang ada di tiga daerah terdampak,” tutur Mego. (bnpb)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar