SIAGA-FM – Helat tahunan ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) ke-48, digelar di Bandung.. Sejumlah negara mitra turut hadir pada hari kedua, Rabu (29/7).
Foto: Penandatanganan Memorandum of Intent (MoI) serta
peluncuran proyek kerja sama antara AHA Centre dan mitra, AFAD Turkiye pada
hari kedua pertemuan ke-48 ASEAN Committee Disaster Management (ACDM) di Kota
Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7). (Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB/Danung
Arifin)
Kehadiran delegasi
dari sembilan negara mitra—yakni Australia, Kanada, Uni Eropa, Selandia Baru,
Federasi Rusia, Amerika Serikat, Inggris, Turki, dan Prancis, menjadi wujud
nyata komitmen dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di kawasan Asia
Tenggara.
Dalam kesempatan itu, para delegasi mempresentasikan
komitmen mereka untuk mendukung implementasi Program Kerja ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response
(AADMER) 2026-2030, serta berbagai agenda penanggulangan bencana ASEAN lainnya.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Raditya Jati menyampaikan, negara-negara
mitra tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan menuju kawasan ASEAN
yang lebih aman dan kuat, demi mewujudkan resiliensi yang berkelanjutan.
“ASEAN mengharapkan komitmen ini bukan sekadar kata-kata,
melainkan dapat diwujudkan dalam aksi nyata,” ujar Raditya yang bertindak
sebagai Chairman pada Pertemuan ke-48 ACDM ini.
Selain sembilan negara tersebut, terdapat lima organisasi
internasional yang turut berkomitmen dalam membangun kawasan yang resiliens
terhadap bencana.
Kelima organisasi tersebut meliputi United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA),
United Nations Development Programme
(UNDP), International Organization for
Migration (IOM), International
Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), dan Asian Disaster Preparedness Center
(ADPC).
Deputi Raditya, berharap agar para mitra organisasi
internasional ini dapat terus sejalan dengan visi bersama masyarakat ASEAN.
Melalui pertemuan ini, ASEAN mendorong para negara mitra
dan organisasi internasional untuk meningkatkan komitmen kerja sama, khususnya
di bidang penguatan kapasitas, pengembangan platform
pembelajaran, dan berbagi pengetahuan (knowledge-sharing),
penguatan kelembagaan ASEAN Coordinating
Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre),
serta kerja sama teknis lainnya yang mendukung implementasi Program Kerja
AADMER 2026-2030.
Sebagai informasi, sesi terbuka ini merupakan kelanjutan
dari rangkaian Pertemuan ke-48 ACDM yang telah dimulai pada hari pertama,
Selasa (28/7).
Agenda hari kedua ACDM diwarnai dengan penandatanganan
Memorandum of Intent (MoI) serta peluncuran proyek kerja sama antara AHA Centre
dan mitra, AFAD Turkiye. Ruang lingkup MoI ini mencakup kerja sama di bidang
penanggulangan bencana dan tanggap darurat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan
Governing Board of AHA Centre, yang berfokus pada pembahasan mengenai
operasionalisasi dan perkembangan berbagai kegiatan dari AHA Centre.
ACDM sendiri merupakan komite sektoral yang beranggotakan
lembaga lwmbaga penanggulangan bencana dari sebelas negara anggota ASEAN.
Dengan tugas utama memberikan arahan strategis, ACDM
berperan krusial dalam mengoordinasikan kerja sama regional terkait manajemen
penanggulangan bencana di kawasan Asia Tenggara.(SP)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar