SIAGA-FM –
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone susun Dokumen Kajian
Risiko Bencana (KRB) periode 2027-2031.
Langkah strategis ini diawali dengan pelaksanaan Diskusi
Publik dan Workshop yang dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa)
BPBD Bone, Andi Ikbal, S.STP, di Hotel Helios, Jumat kemarin.
Fokus utama dalam
penyusunan ini meliputi identifikasi ancaman, pemetaan kerentanan (sosial,
fisik, ekonomi, dan lingkungan), serta pemetaan kapasitas daerah dalam
menghadapi bencana.
Kalaksa BPBD Bone,
Andi Ikbal, menekankan pentingnya peran aktif aparatur dari tingkat kecamatan
hingga desa.
Ia menginstruksikan
agar seluruh jajaran pemerintah di tingkat bawah tanggap dan segera melaporkan
setiap potensi atau kejadian bencana yang membahayakan masyarakat.
"Kami berharap
pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga desa proaktif melaporkan kejadian di
wilayah masing-masing agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat," tegas
Andi Ikbal.
Senada dengan hal
tersebut, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bone, A. Muhammad Rezki
Firdaus, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaring data, masukan, dan
saran dari pemangku kepentingan di 27 kecamatan.
Dalam proses
penyusunannya, output akhir dari KRB ini berupa peta risiko bencana. Untuk
memastikan validitas data, pihak penyelenggara akan menerjunkan surveyor ke
setiap desa.
Tahapan penyusunan
mencakup sosialisasi, pengumpulan data, penyusunan peta bahaya, validasi
lapangan, hingga diskusi publik.(source: rri)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar