Libatkan Akademisi dan BUMN, Kota Padang Bangun Sistem Mitigasi Bencana Berbasis Riset - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Sabtu, 04 Juli 2026

Libatkan Akademisi dan BUMN, Kota Padang Bangun Sistem Mitigasi Bencana Berbasis Riset

SIAGA-FM – Pemko Padang bangun sistem kesiapsiagaan berbasis riset, teknologi, dan partisipasi masyarakat dengan menggandeng kalangan akademisi dan BUMN.

 

Wali Kota Padang terima cenderamata dari Unand. (MC Pdg)


Langkah itu dinilai krusial mengingat posisi Padang yang berada di zona rawan gempa dan tsunami akibat ancaman megathrust Mentawai.

 

Komitmen tersebut mengemuka dalam CEO Talk yang digelar Universitas Andalas (Unand) bersama PT Pegadaian (Persero) di Auditorium Unand, Senin (29/6/2026) lalu, yang dirangkaikan dengan penyerahan hasil riset Program Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang.

 

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, kesiapsiagaan bencana harus menjadi agenda prioritas pembangunan kota.

 

Sebagai wilayah yang berada di jalur Ring of Fire, Padang menghadapi risiko tinggi terhadap gempa bumi, tsunami, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang.

 

“Kota Padang harus terus mempersiapkan diri karena berada di kawasan Ring of Fire. Bencana memang tidak dapat kita hindari, tetapi dampaknya bisa kita minimalkan melalui mitigasi yang berkelanjutan,” ujar Fadly.

 

Menurutnya, pengurangan risiko bencana tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi multipihak melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

 

Salah satu langkah konkret yang terus diperkuat Pemko Padang adalah peningkatan keandalan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini. Teknologi ini menjadi instrumen vital untuk mempercepat penyebaran informasi kebencanaan, terutama bagi masyarakat pesisir yang berada pada zona merah tsunami.

 

Fadly mengapresiasi kontribusi Unand dan PT Pegadaian yang telah menghadirkan riset strategis untuk memperkuat kapasitas mitigasi bencana daerah.

 

Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan sektor korporasi dapat menghasilkan solusi yang lebih aplikatif dan berdampak langsung.(infopublik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner