SIAGA-FM – Antisipasi
dampak musim kemarau panjang yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran di
sejumlah wilayah, Pemprov Banten kaji peningkatan status menjadi siaga bencana.
Sekaitan itu, Kepala BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin
mengatakan, keputusan penetapan status siaga bencana masih menunggu rapat
evaluasi yang dijadwalkan digelar pekan depan.
"Ini kami harus rapat sebetulnya, untuk penentuan
status peningkatan di Banten sebagai siaga Bencana. Mengingat tadi ada
hal lain mungkin kita tunda minggu depan untuk kepastiannya," kata Lutfi,
Selasa (28/7/2026) kemarin dikutip dari BeritaSatu.com.
Menurutnya, penetapan status siaga diperlukan agar
penanganan bencana memiliki dasar hukum yang jelas. Selain itu untuk memudahkan
koordinasi lintas instansi dalam menghadapi dampak musim kemarau serta
penggunaan anggaran belanja tak terduga (BTT).
Ia menjelaskan, Provinsi Banten diperkirakan menghadapi
musim kemarau terpanjang dalam beberapa tahun terakhir akibat fenomena El Nino.
Puncak musim kemarau diprediksi terjadi Agustus 2026.
Sebagai upaya penanganan jangka pendek, Lutfi
menginstruksikan BPBD yang berada di seluruh kabupaten/kota di Banten untuk
membantu distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Sebagai penanganan jangka panjang, Pemprov Banten
berencana untuk membangun sumur bor di sejumlah wilayah terdampak.
Ia menyebut, sumur yang akan disiapkan itu dirancang
dengan kedalaman sekitar 100 meter dan akan dibuatkan di sejumlah area
fasilitas umum. (source: beritasatu/Foto: Wawan Kurniawan)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar