BMKG Terjunkan Tim Survei Mikroseismik ke NTT Pasca Gempa M7,7 - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Minggu, 23 Agustus 2026

BMKG Terjunkan Tim Survei Mikroseismik ke NTT Pasca Gempa M7,7


SIAGA
-FM
– BMKG menerjunkan personel ke lapangan untuk memverifikasi data makroseismik, hingga memetakan dampak tsunami pasca gempa NTT satu pekan lalu.

 

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pentingnya data lapangan yang akurat untuk menentukan langkah pemulihan wilayah terdampak.

 

“Kami bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, BNPB, Kemendagri, serta unsur Forkopimda demi memastikan keselamatan warga dan menyajikan data faktual yang komprehensif,” kata Faisal, Sabtu (22/8/2026) dalam rilisnya.

 

Lebih lanjut, tim menjalankan survei makroseismik untuk memverifikasi, mengidentifikasi, dan mendokumentasikan tingkat guncangan serta dampak kerusakan bangunan di wilayah terdampak.

 

Sementara itu, tim menerapkan survei mikroseismik dan mengukur karakteristik tanah—termasuk menggunakan metode mikrotremor dan MASW—guna memperoleh informasi mengenai kondisi tanah serta struktur bawah permukaan yang memengaruhi respons wilayah terhadap guncangan gempa bumi.

 

Untuk survei tsunami, dilakukan dalam rangka memperoleh informasi lapangan terkait kondisi pesisir dan melakukan verifikasi terhadap dampak perubahan muka air laut setelah kejadian gempabumi.

 

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensi, dan Tanda Waktu, Teguh Rahayu, menjelaskan survei lapangan dilakukan di sejumlah wilayah terdampak meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, serta wilayah lain di sekitar Flores.

 

Data pemetaan menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah rumah masyarakat, fasilitas public, dan bangunan lainnya.

 

Ayu menggarisbawahi bahwa temuan tersebut masih merupakan observasi sementara. Tim BMKG terus memverifikasi dan mengumpulkan data untuk memperoleh gambaran mengenai distribusi tingkat guncangan, karakteristik kondisi tanah, serta pola kerusakan yang terjadi.

 

“Instansi atau tenaga teknis yang memiliki kewenangan di bidang struktur bangunan tetap harus memeriksa keamanan struktur bangunan secara lebih detail,” jelasnya.

 

Sementara Deputi Bidang Geofisika, Nelly Florida Riama menjelaskan selain melaksanakan survei teknis, BMKG juga aktif mengoordinasikan dan mensosialisasikan informasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat.

 

BMKG telah berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait di sejumlah kabupaten, termasuk Manggarai, Manggarai Barat, Sikka, dan Nagekeo.

 

“BMKG juga mendampingi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, dan BPBD setempat dalam peninjauan lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi kegempaan terkini, sekaligus memperkuat upaya terpadu dalam penanganan pascabencana,” ujar Nelly.(SP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner