SIAGA-FM – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan upaya mitigasi bencana di lingkungan masing-masing.
Suharyanto menjelaskan, terdapat beberapa perubahan yang
terlihat setelah berbagai program penanggulangan bencana diterapkan. Salah
satunya adalah pelaksanaan patroli rutin di kawasan yang memiliki tingkat
kerawanan tinggi.
"Dulu sebelum terjadi bencana tidak ada patroli ke
tempat-tempat yang rawan bencana. Tadi Pak Wali juga menekankan bahwa langkah
yang lebih jelas adalah melakukan susur sungai," ujarnya, dalam kegiatan
peresmian Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kota Batu, Kamis (6/8/2026).
Ia menyebut, patroli dilakukan dengan memeriksa kondisi
sungai untuk memastikan tidak ada hambatan yang dapat mengganggu aliran air.
Petugas juga melakukan pemantauan terhadap keberadaan kayu atau material lain
yang berpotensi menimbulkan bencana.
Selain itu, pemerintah juga mulai melengkapi wilayah
rawan bencana dengan sistem peringatan dini atau "early warning system". Sistem tersebut dipasang untuk membantu
masyarakat mengantisipasi potensi bencana secara lebih cepat dan tepat.
Suharyanto menambahkan, sarana penerangan berbasis tenaga
surya juga telah dipasang di sejumlah lokasi.
"Dulu tidak ada "early warning system", sekarang sudah ada, dan dulu tidak ada
lampu penerangan tenaga surya, sekarang sudah tersedia," terangnya.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya
memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Pemerintah bersama masyarakat akan terus melakukan
patroli, pemantauan lingkungan, serta pemeliharaan sarana pendukung sebagai
bagian dari upaya mitigasi bencana.(RRI)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar