SIAGA-FM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo yang terus meluas hingga 742,70 hektare.
Operasi jalur udara melalui water bombing terus
dimaksimalkan tim gabungan. Hingga Senin (10/8/2026) sore, tiga helikopter BNPB
terus menggempur titik api yang tersebar di berbagai area dengan total
mengguyurkan 24.000 liter air.
Tiga helikopter tersebut dikerahkan secara bergantian
sesuai standar operasional penerbangan. Penyiraman dari udara menyasar di
wilayah Kabupaten Probolinggo dan kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan.
Sadono Irawan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD
Kabupaten Malang menjelaskan, operasi water bombing telah berlangsung sejak
Jumat lalu.
“Total operasi water bombing sampai dengan hari ini sudah
sebanyak 168.000 liter,” katanya dikonfirmasi Senin (10/8) malam.
Selain operasi water bombing, tim gabungan juga
menggunakan drone water spray untuk melakukan pemantauan sekaligus pembasahan
hotspot yang berpotensi kembali menjadi bara api.
Sadono mengatakan, operasi drone udara tersebut juga
menghadapi kendala berupa kabut dan kepulan asap. Kondisi itu membuat jarak
pandang menuju area hotspot menjadi terbatas sehingga upaya pembasahan belum
maksimal.
“Karena kabut dan kepulan asap, visibilitas menuju titik
target operasi kurang,” jelasnya.
Selain itu petugas juga tetap melakukan penanganan
melalui jalur darat dengan cara membuat sekat bakar dan pembasahan terhadap
sisa bara yang masih dapat dijangkau.
Sementara itu arah angin yang sempat membawa api hingga
menjalar ke wilayah Kabupaten Malang kini dipastikan dalam kondisi aman dan
tidak ditemukan lagi bara api.(suarasurabaya)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar