SIAGA-FM – Siap implementasikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), SMA Negeri 2 Padang Panjang lalui tahapan sosialisasi untuk siswa.
“Alhamdulillah, pagi ini kita gelar sosialisasi SPAB
dalam rangka persiapan menuju peluncuran program SPAB untuk SMA Negeri 2 Padang
Panjang. Rencananya, kita akan gelar launching tersebut pada tanggal 9
September 2026 nanti,” demikian sebut Kepala SMAN 2 Padang Panjang, Dra. Yurnilis
kepada awak SiagaFM di sela-sela kegiatan, Jumat (28/8/2026).
Disampaikan Yurnilis di hadapan siswa, SPAB adalah
program wajib yang diproyeksikan untuk pengurangan risiko bencana di sekolah.
“Jadi, ini adalah program yang berasal dari pemerintah
pusat. Program ini kita jalankan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang
aman dan nyaman bagi warga sekolah, termasuk pada mitigasi bencana dan saat
bencana terjadi,” sebutnya di hadapan seluruh siswa dan guru serta tenaga
kependidikan.
Pembekalan Tim
Siswa Siaga Bencana
Sementara itu, selesai sosialisasi SPAB yang
dinarasumberi Tim Alpha Rescue, Tim Satuan Tugas (Satgas) Siswa Siaga Bencana
yang telah ditunjuk melalui Surat Keputusan nomor 400.3.8/501/SMAN2PP/VII-2026 sebanyak
11 orang, melanjutkan pembekalan dari Alpha Rescue sebagai mitra program.
Saat pembekalan yang digelar di ruangan kerja kepala
sekolah tersebut, Nova Indra dari Alpha Rescue, yang didampingi Wakahumas, Waka
Kesiswaan, dan salah seorang Person in Charge (PIC) SPAB SMAN 2 Padang Panjang,
memberikan pembekalan dasar tentang tugas-tugas Satgas Siswa Siaga Bencana.
Nova Indra, mewakili Alpha Rescue sebagai mitra program,
menyampaikan pentingnya pemahaman dasar satgas siswa siaga bencana yang
sehari-hari akan menjadi ujung tombak di kalangan siswa dalam tahap mitigasi, dan
edukasi.
“Satgas ini, akan menjadi ujung tombak di kalangan siswa
dalam proses berjalannya program-program SPAB, termasuk di bidang edukasi
mitigasi dan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah,” demikian disampaikan pemilik
callsign 91KMAQP itu.
Untuk itu, sambung penulis buku Langkah Strategis
Mitigasi Bencana Kota Padang Panjang itu, satgas siswa siaga bencana di SMAN 2
Padang Panjang akan lebih banyak bertugas sebagai aktivis kemanusiaan di
lingkungan sekolah.
“Ini adalah langkah baik yang perlu kesiapan kita semua.
Siswa yang tergabung dalam Satgas ini, akan memiliki kesiapsiagaan lebih
daripada siswa lain di lingkungan sekolah. Anggaplah ini sebagai tutor sebaya
bagi siswa lainnya,” ungkap Nova. (*)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar