SIAGA-FM – Kesamaan pemahaman tentang rantai peringatan dini bencana, perlu disikapi dengan baik oleh setiap stakeholder maupun komunitas kebencanaan di daerah.
Perbedaan pandangan dan cara menyikapi itu, dianggap
dapat melahirkan sikap yang berbeda dalam penanganan bencana ketika terjadi.
Pengambilan keputusan bagi masing-masing stakeholder
dan komunitas, tentunya jadi patokan kesiapan semua elemen dalam upaya
penanganan bencana.
“Nah, di sini pentingnya kita melihat sejauhmana daerah,
dalam hal ini BPBD sebagai otoritas, mampu memberikan pemahaman bagi semua
stakeholder dan komunitas dalam early
response rantai peringatan dini,” demikian disampaikan Direktur Alpha
Rescue dalam sebuah diskusi, Rabu (30.9/2026) di Padang Panjang.
Disebutkan Nova, selama ini, belum adanya kesamaan
persepsi bagi setiap stakeholder dan
komunitas kebencanaan dalam menyikapi rantai peringatan dini, dikhawatirkan
akan melahirkan perbedaan aksi penanganan bencana (early action).
“Sebenarnya ini bukan hal baru. Kita pernah diskusikan
dengan kepala BMKG Kelas I Padang Panjang beberapa bulan lalu. Namun karena
beberapa hal, kegiatan-kegiatan penunjang seperti ini belum terlaksana,”
ujarnya.
Dikatakan Nova, saat ini, pihaknya berharap BPBD setempat
bisa menginisiasi pertemuan-pertemuan bersama stakeholder dan komunitas dalam membahas kesiapsiagaan yang komprehensif
bersama semua elemen.
Dalam penanganan bencana, sambung pemilik callsign 91KMAQP
itu, pemerintah dipastikan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari
berbagai elemen masyarakat yang ada.
“Karena itu, kita perlu ini. Pertemuan-pertemuan membahas
kesiapan masing-masing elemen sangat penting digagas oleh BPBD. Dan ketika
bencana terjadi, kita sudah siap dengan respon dan aksi yang terukur di setiap
lini,” pungkasnya. (*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar