Penguatan Kolaborasi Mitigasi Bencana Dilakukan BPBD Banten - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Rabu, 21 Oktober 2026

Penguatan Kolaborasi Mitigasi Bencana Dilakukan BPBD Banten

SIAGA-FM – BPBD Banten perkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, sekolah, dan media untuk mengurangi risiko bencana.

 

Dokumentasi kegiatan Gerakan Membersihkan Parit dan Selokan (GEMPARKAN). (Foto: ig/@bpbd.pandeglang)


Salah satu upaya yang dijalankan adalah Gerakan Membersihkan Parit dan Selokan (GEMPARKAN) guna mengantisipasi banjir menjelang musim hujan.

 

Sekretaris BPBD Provinsi Banten, Hery Yulianto, mengatakan gerakan GEMPARKAN Banten telah diinisiasi sejak Ramadan 2026. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, mahasiswa, Menwa, Pramuka, dan Palang Merah Indonesia (PMI), dengan sasaran sejumlah titik yang rawan banjir.

 

“Konsep kita bukan membentuk BPBD menjadi Superman, tapi ayo kita membuat super team,” katanya dalam program Kentongan Tanggap Bencana bersama RRI Pro 1 Banten, Selasa, 20 Oktober 2026.

 

Hery menyatakan, penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama sehingga keterlibatan masyarakat sangat diperlukan.

 

Selain kerja bakti lingkungan, BPBD mengembangkan Forum Pengurangan Risiko Bencana yang melibatkan lima unsur atau pentaheliks, yakni pemerintah, media massa, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.

 

Forum tersebut diharapkan menjadi mitra dalam menyusun langkah pencegahan sekaligus menjalankan kegiatan pengurangan risiko bencana.

 

Peran media juga menjadi perhatian, terutama dalam menyampaikan informasi ketika bencana terjadi.

 

BPBD Banten merencanakan kerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten untuk membahas radio bencana. Komunikasi melalui radio dinilai penting ketika listrik padam dan jaringan internet terganggu, sehingga masyarakat tetap membutuhkan akses informasi darurat.

 

BPBD Banten berharap kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.

 

Selain menjaga kebersihan lingkungan, warga didorong aktif mengikuti edukasi kebencanaan, mengenali risiko di sekitar tempat tinggal, dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber tepercaya.(rri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner