SIAGA-FM – BNPB Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Bencana (Rakortek PB) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Kota Bogor, Jawa Barat, pada 10–13 Agustus
2026 . Peserta Rakortek adalah BPBD dan Bappeda provinsi se-Indonesia serta
unit kerja BNPB.
Pembahasan teknis dalam kegiatan itu dibagi dalam tiga desk tematik.
Tiga desk tersebut
mencakup berbagai aspek penting dalam penanggulangan bencana. Desk I
berfokus pada kelembagaan, pengkajian risiko dan perencanaan terpadu.
Selanjutnya, Desk II membahas pencegahan,
mitigasi, kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Sementara Desk III fokus
pada logistik, sistem informasi, pendidikan dan pelatihan, serta rehabilitasi
dan rekonstruksi.
Pembagian tersebut dirancang agar pembahasan antara
pemerintah pusat dan daerah dapat dilakukan secara lebih fokus berdasarkan
kebutuhan dan isu teknis masing-masing bidang.
Setiap desk tidak hanya membahas
kebijakan dan permasalahan yang dihadapi daerah, tetapi juga diarahkan
menghasilkan keluaran yang konkret berupa identifikasi permasalahan, usulan
program prioritas dan rencana tindak lanjut.
Beberapa poin yang menjadi fokus kesepakatan antara lain:
- Penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
- Peningkatan kapasitas kelembagaan BPBD beserta sumber daya manusianya.
- Optimalisasi perencanaan dan penganggaran penanggulangan bencana yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
- Penguatan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta pengurangan risiko bencana berbasis wilayah.
- Peningkatan pemanfaatan data, informasi, dan teknologi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
- Penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Seluruh hasil pembahasan kemudian dituangkan dalam berita
acara kesepakatan, sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah pusat dan
daerah.
Melalui pendekatan tematik tersebut, Rakortek PB 2026
diharapkan mampu memperkuat sinkronisasi program sekaligus memastikan kebutuhan
penanggulangan bencana di daerah dapat terakomodasi dalam perencanaan yang
lebih terpadu.
BNPB menilai kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci
dalam membangun kapasitas penanggulangan bencana yang kuat dan berkelanjutan
menuju Indonesia tangguh bencana.(BNPB)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar