Setiap Kabupaten/Kota Diusulkan Kepala BNPB Punya Gudang Logistik - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Kamis, 27 Agustus 2026

Setiap Kabupaten/Kota Diusulkan Kepala BNPB Punya Gudang Logistik


SIAGA
-FM
– Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, usulkan agar setiap kabupaten/kota memiliki gudang logistik bencana dengan persediaan bantuan yang siap digunakan.

 

"Kami sarankan ke depan masing-masing kabupaten/kota punya logistik, buffer stock siap. Sehingga ketika ada bencana, bisa memberikan bantuan awal kepada masyarakat," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis (27/8/2026).

 

Suharyanto menjelaskan, latar belakang usulan ini adalah kenyataan, banyak gudang logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai wilayah dalam kondisi kosong, sehingga pemerintah daerah kesulitan memberikan respons cepat pada fase awal bencana.

 

Kepala BNPB menjelaskan, keterbatasan stok logistik di daerah menjadi salah satu kendala utama dalam respons darurat.

 

"Ketika terjadi gempa kemarin, daerah itu tidak bisa berbuat banyak karena gudang-gudang logistik BPBD kosong," ujarnya.

 

Melalui usulan ini, setiap BPBD diharapkan memiliki buffer stock logistik dasar seperti sembako, selimut, tenda, dan matras yang dapat langsung disalurkan kepada masyarakat saat bencana terjadi, sebelum bantuan dari pemerintah pusat tiba.

 

Kepala BNPB memperkirakan kebutuhan stok logistik dasar per daerah berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.

 

Hal itu sejalan dengan keadaan, ketika terjadi bencana di daerah dalam waktu 1x24 jam, proses distribusi logistik sering kali membutuhkan waktu sehingga bantuan tidak selalu dapat langsung diterima masyarakat.

 

"Itu yang mengakibatkan masyarakat teriak-teriak belum dapat bantuan. Padahal bantuannya sedang dalam perjalanan," jelasnya.

 

Kepala BNPB menambahkan, penguatan kapasitas logistik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci agar bantuan dasar dapat diterima masyarakat terdampak dalam hitungan jam setelah bencana terjadi.

 

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat dan mengurangi penderitaan masyarakat di wilayah rawan bencana di seluruh Indonesia.(IST)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner